Selular.ID – Google menguji fitur eksperimental baru untuk Gemini yang memungkinkan asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) memahami kondisi di sekitar kendaraan melalui kamera depan mobil.
Demonstrasi teknologi tersebut dilakukan menggunakan Volvo EX60 di kampus Google, Mountain View, California, dengan tujuan memperluas kemampuan AI dari sekadar merespons perintah suara menjadi mampu menginterpretasikan lingkungan fisik secara langsung.
Pengujian dipimpin oleh Sameer Samat, President of Android di Google, bersama Logan Kilpatrick, Product Lead Google AI Studio.
Dalam demonstrasi tersebut, Gemini dihubungkan dengan kamera depan bawaan kendaraan sehingga dapat mengenali bangunan, landmark, hingga objek di sepanjang perjalanan ketika pengemudi mengajukan pertanyaan.
Fitur ini masih berstatus eksperimental dan Google belum mengumumkan jadwal peluncuran komersialnya.
Kemampuan baru tersebut menjadi pengembangan lanjutan dari strategi Google menghadirkan Gemini ke kendaraan yang menggunakan platform Google built-in.
Sebelumnya, perusahaan telah mengumumkan bahwa Gemini akan menggantikan Google Assistant pada kendaraan yang kompatibel melalui pembaruan perangkat lunak, dimulai dari pengguna berbahasa Inggris di Amerika Serikat.
Pada demonstrasi tersebut, Gemini tidak hanya memproses perintah berbasis bahasa alami, tetapi juga menggabungkan informasi visual dari kamera kendaraan.
Saat kamera diaktifkan, AI mampu mengidentifikasi instalasi seni publik bernama “The Orb”, mengenali bangunan Gradient Canopy yang memiliki atap panel surya, hingga menjelaskan sejarah Shoreline Amphitheatre berdasarkan objek yang terlihat di sekitar kendaraan.
Seluruh proses berlangsung melalui jawaban suara tanpa menampilkan tampilan kamera secara langsung pada layar infotainment mobil.
Google menegaskan bahwa aspek privasi menjadi bagian penting dalam pengembangan fitur tersebut. Kamera depan kendaraan tidak merekam lingkungan secara terus-menerus.
Akses terhadap kamera hanya diberikan ketika pengemudi secara aktif mengajukan pertanyaan kepada Gemini.
Setelah AI memperoleh informasi visual yang dibutuhkan dan memberikan jawaban, akses terhadap kamera langsung dihentikan sehingga sistem tidak melakukan pemantauan berkelanjutan.
Pendekatan tersebut berbeda dengan sistem bantuan pengemudi (Advanced Driver Assistance System/ADAS) yang memanfaatkan kamera untuk kebutuhan keselamatan berkendara.
Dalam uji coba Google, kamera digunakan sebagai sumber informasi visual bagi model AI agar mampu memberikan jawaban yang lebih kontekstual terhadap lingkungan sekitar kendaraan.
Meski demikian, demonstrasi juga menunjukkan bahwa teknologi tersebut masih memiliki keterbatasan.
Respons Gemini masih mengalami jeda karena data visual harus dikirim ke server Google untuk diproses sebelum hasilnya dikembalikan ke kendaraan.
Hal ini menunjukkan bahwa performa sistem masih bergantung pada koneksi jaringan dan infrastruktur komputasi awan (cloud) yang digunakan selama proses inferensi AI.
Google menyebutkan salah satu skenario penggunaan yang dinilai paling praktis adalah membantu pengemudi saat berada di negara dengan bahasa yang berbeda.
Pengguna dapat meminta Gemini membaca rambu jalan atau papan informasi yang terlihat melalui kamera, kemudian menerjemahkan isi tulisan tersebut secara langsung melalui respons suara.
Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan melihat ponsel saat berkendara sehingga membantu menjaga fokus pengemudi di jalan.
Pengembangan kemampuan visual tersebut melengkapi roadmap Gemini untuk kendaraan yang sebelumnya telah diumumkan Google.
Pada implementasi Google built-in, Gemini telah dirancang untuk mendukung percakapan yang lebih natural, memberikan informasi spesifik berdasarkan buku manual kendaraan, membantu mengatur fungsi kendaraan seperti pendingin udara, mencari lokasi pengisian daya kendaraan listrik, hingga memberikan rekomendasi tujuan berdasarkan Google Maps.
Google juga memastikan bahwa pembaruan Gemini tidak hanya ditujukan bagi kendaraan baru.
Mobil yang telah menggunakan Google built-in sejak beberapa tahun terakhir juga akan menerima pembaruan perangkat lunak apabila memenuhi persyaratan kompatibilitas.
Perusahaan sebelumnya menyatakan bahwa peluncuran dilakukan secara bertahap dengan cakupan bahasa dan wilayah yang akan terus diperluas dalam beberapa bulan berikutnya.
Hingga saat ini, Google belum mengonfirmasi apakah kemampuan analisis visual melalui kamera depan akan tersedia untuk seluruh kendaraan yang menggunakan Google built-in atau hanya pada model tertentu.
Belum ada pula informasi mengenai jadwal peluncuran resmi maupun spesifikasi perangkat keras minimum yang dibutuhkan agar fitur tersebut dapat digunakan secara luas.
Untuk sementara, demonstrasi pada Volvo EX60 menjadi gambaran awal mengenai arah pengembangan Gemini yang semakin terintegrasi dengan sistem kendaraan dan lingkungan di sekitarnya.
Baca Juga: Google Perbarui Gemini dengan Fitur Otomasi Kerja Baru



