Selular.ID -

Sukses Transformasi Erajaya di Era Digital, Budiarto Halim Dianugerahi CEO of The Year di Ajang Selular Award 2026

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Mungkin namanya tidak sepopuler brand yang sering kita lihat di mall.

Tapi kalau Anda pernah berbelanja ke Erafone, iBox, atau Urban Republic. Mungkin juga nongkrong di Paris Baguette, dan berbelanja kebutuhan sehari-hari di Grand Lucky, Anda sedang melihat hasil dari perjalanan panjang seorang pengusaha Indonesia.

Budiarto Halim adalah pendiri PT Erajaya Swasembada Tbk, salah satu perusahaan ritel gadget terbesar di Indonesia.

Menariknya, perjalanan Erajaya tidak langsung besar.

Budiarto memulainya dari bisnis kecil menjual handphone. Dari toko sederhana, ia melihat satu peluang besar: teknologi akan menjadi bagian penting dari hidup orang Indonesia.

Saat pasar berubah, Erajaya ikut berubah.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Ketika handphone berkembang menjadi smartphone, Erajaya membangun jaringan distribusi dan ritel yang semakin luas.

Ketika konsumen butuh pengalaman membeli yang lebih terpercaya, Erajaya hadir lewat gerai resmi dan kemitraan dengan merek global.

Namun, langkah terbesar Erajaya bukan hanya membesarkan bisnis gadget.

Perusahaan ini juga melakukan transformasi dengan masuk ke berbagai vertikal bisnis baru, agar tidak bergantung pada perangkat telekomunikasi saja.

Erajaya Digital tetap menjadi pilar utama, lewat penjualan produk elektronik konsumen di berbagai gerai modern seperti Erafone, iBox, Samsung, dan Mi Store.

Dari sana, Erajaya memperluas pijakan ke Erajaya Active Lifestyle, yang menyasar produk gaya hidup aktif seperti aksesori, Internet of Things, sport fashion apparel, hingga produk outdoor melalui Urban Republic, JD Sports, Asics, DJI, dan Garmin.

Lalu, transformasi itu berlanjut ke Erajaya Food and Nourishment, lewat brand seperti Paris Baguette, Sushi Tei, dan supermarket Grand Lucky.

Tidak berhenti di sana, Erajaya juga mulai masuk ke ekosistem kendaraan listrik melalui XPeng, menandai langkah perusahaan ke sektor mobilitas masa depan dan mulai happening di Indonesia.

Dengan langkah ini, Erajaya tidak lagi hanya hadir saat orang membeli gadget, tetapi juga masuk ke kebutuhan gaya hidup, olahraga, makanan, konsumsi harian, hingga mobilitas listrik.

Inilah yang membuat transformasi Erajaya menarik: dari ritel gadget, menjadi ekosistem bisnis yang jauh lebih luas.

Dan hasilnya tidak main-main. Di bawah kepemimpinan Budiarto Halim, Erajaya berhasil mencatatkan pendapatan sebesar 76 triliun rupiah pada akhir 2025.

Angka ini menunjukkan bagaimana bisnis yang dulu dimulai dari toko kecil, kini tumbuh menjadi salah satu kekuatan besar di industri ritel Indonesia.

Pelajaran dari Budiarto Halim sederhana tapi kuat: bisnis besar tidak selalu dimulai dari modal besar.

Kadang, ia dimulai dari kemampuan membaca peluang, konsisten bertumbuh, dan berani beradaptasi saat zaman berubah.

Dari toko kecil, menjadi grup bisnis dengan ribuan gerai dan berbagai vertikal usaha.

Itulah kisah Budiarto Halim, sosok di balik kesuksesan Erajaya Group.

Dengan pencapaian tersebut, sangat wajar jika di ajang Selular Award ke-23 pada tahun ini, Selular Media Network, menganugerahi penghargaan paling bergengsi, “CEO of The Year” kepada Bapak Budiarto Halim.

Semoga penghargaan ini menambah semangat bagi tim Erajaya untuk terus berkontribusi di industri telekomunikasi dan retail gaya hidup.

Dan kemajuan yang diraih oleh Erajaya dapat terus memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat, bangsa dan negara di masa depan.

Selamat untuk Bapak Budiarto Halim dan tim Erajaya Group.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU