Selular.ID – Accenture mengungkapkan bahwa agentic commerce, model belanja yang memanfaatkan agen kecerdasan buatan (AI) untuk mengambil keputusan atas nama konsumen, mulai menjadi tren baru di kawasan Asia Pasifik.
Temuan tersebut berasal dari Accenture Consumer Pulse Survey 2026 yang melibatkan 25.590 responden di 16 negara.
Hasil riset menunjukkan mayoritas konsumen tidak hanya siap menggunakan AI untuk mencari informasi produk, tetapi juga mempercayakan proses pembelian hingga pengelolaan pengiriman kepada agen AI.
Laporan tersebut menandai perubahan dalam perilaku konsumen seiring semakin luasnya adopsi large language models (LLM) dan platform generative AI.
Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan sebagai alat pencarian informasi atau rekomendasi, kini teknologi tersebut berkembang menjadi agen digital yang dapat bertindak mewakili pengguna sesuai batas kewenangan yang diberikan, mulai dari membandingkan produk, memilih penawaran terbaik, melakukan transaksi, hingga mengelola proses pengembalian barang.
Menurut Vivek Luthra, Senior Managing Director and Lead, AI & Data, Asia Oceania, Accenture, perubahan ini tidak hanya mengubah pengalaman berbelanja konsumen, tetapi juga menuntut perusahaan melakukan transformasi menyeluruh.
Ia mengatakan perusahaan perlu menyatukan fungsi pemasaran, penjualan, layanan pelanggan, operasional, hingga teknologi agar penerapan AI mampu memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan bisnis.
Data survei menunjukkan perubahan perilaku konsumen berlangsung cukup cepat.
Lebih dari satu dari empat responden kini menjadikan LLM sebagai sarana utama mencari informasi mengenai produk maupun layanan sebelum melakukan pembelian.
Selain itu, sembilan dari sepuluh konsumen menyatakan ingin dapat berbelanja langsung melalui platform generative AI, tanpa harus berpindah ke berbagai situs atau aplikasi.
Sebanyak delapan dari sepuluh responden bahkan mengaku kemungkinan akan mengikuti rekomendasi AI untuk menentukan hingga 50 persen keputusan belanja mereka.
Kepercayaan terhadap AI juga semakin tinggi ketika rekomendasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pribadi.
Sebanyak 68 persen responden berharap agen AI dapat membantu mereka berbelanja berdasarkan tujuan tertentu, seperti menjalani gaya hidup lebih sehat, menjaga pengeluaran tetap sesuai anggaran, atau memilih produk yang lebih bijak sesuai kebutuhan.
Temuan lain yang menjadi perhatian Accenture adalah perubahan pola loyalitas konsumen terhadap suatu merek.
Sebanyak 57 persen responden mengatakan mereka tetap akan memberikan arahan kepada agen AI mengenai merek yang boleh dipertimbangkan.
Namun, sekitar sepertiga responden menyatakan bersedia beralih ke merek lain apabila agen AI menilai pilihan tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan mereka.
Bahkan, tingkat kepercayaan terhadap rekomendasi AI disebut telah melampaui rekomendasi dari lingkungan sosial.
Survei menunjukkan 85 persen konsumen lebih mempercayai saran dari agen AI dibandingkan rekomendasi sahabat ketika akan membeli suatu produk.
Menurut Accenture, kondisi tersebut mengharuskan perusahaan menyesuaikan strategi digital mereka.
Dalam jangka pendek, perusahaan perlu memastikan produk dan layanannya mudah dikenali serta direkomendasikan oleh horizontal agents, yaitu asisten AI serbaguna yang membantu konsumen mencari, membandingkan, dan membeli berbagai jenis produk.
Untuk mendukung hal tersebut, informasi produk perlu disajikan dalam format yang mudah dipahami sistem AI, klaim produk dapat diverifikasi, harga disampaikan secara transparan, serta pengalaman pelanggan mampu membangun kepercayaan sehingga layak direkomendasikan oleh agen AI.
Dalam jangka panjang, Accenture menilai perusahaan yang memimpin di kategorinya memiliki peluang membangun vertical agents, yaitu agen AI yang dirancang khusus untuk bidang industri tertentu.
Agen tersebut diharapkan mampu memberikan rekomendasi yang lebih mendalam karena didukung keahlian spesifik, data pelanggan yang berkualitas, proses bisnis yang sesuai dengan karakter industri, serta layanan yang terintegrasi.
Patricio De Matteis, Managing Director and Lead, Southeast Asia, Accenture Song, mengatakan agentic commerce akan mengubah cara konsumen menentukan pilihan produk.
Menurutnya, ketika agen AI mulai mengambil peran dalam proses pembelian, loyalitas terhadap merek tidak lagi hanya bergantung pada persepsi atau kebiasaan konsumen, melainkan pada kemampuan suatu brand membuktikan bahwa produk atau layanannya benar-benar sesuai dengan kebutuhan setiap individu.
Pandangan serupa juga disampaikan Nhung Mason, Managing Director and Lead, Products Group, Asia Oceania, Accenture.
Ia menilai perusahaan yang berhasil memperoleh manfaat terbesar dari AI bukan sekadar menjadikan teknologi tersebut sebagai proyek uji coba, melainkan mengintegrasikannya ke dalam proses bisnis utama melalui investasi pada platform dan kapabilitas yang tepat.
Penerapan agentic commerce juga mulai mendapat perhatian dari sektor perhotelan.
Tan Bee Leng, Chief Commercial Officer, The Ascott Limited sekaligus Managing Director, Digital Ventures, CapitaLand Investment, mengatakan perusahaannya melihat agentic commerce sebagai peluang untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, mulai dari membantu calon tamu menemukan layanan yang sesuai hingga menghadirkan pengalaman menginap yang lebih personal.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi AI tidak menggantikan peran manusia di industri perhotelan.
Menurutnya, AI berfungsi meningkatkan efisiensi operasional, sementara keramahan, empati, dan pertimbangan para karyawan tetap menjadi faktor utama yang membentuk pengalaman pelanggan.
Accenture menyimpulkan bahwa meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap AI membuka peluang baru bagi perusahaan di berbagai sektor untuk mengembangkan model bisnis berbasis agentic commerce.
Agar dapat memanfaatkan peluang tersebut, perusahaan perlu membangun fondasi data yang kuat, tata kelola AI yang memadai, serta proses bisnis yang mampu mendukung pemanfaatan AI dalam skala besar sehingga rekomendasi yang diberikan agen AI dapat dipercaya oleh konsumen maupun ekosistem digital secara keseluruhan.
Baca Juga: Accenture Song Akuisisi Romp Guna Perkuat Pertumbuhan Klien dengan Tingkatkan Value dan Relevansi


