Selular.ID -

Kisah Samsung Jadikan Physical Proof Sebagai Kekuatan Bersaing di Segmen Premium

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Meski dikepung banyak pesaing, terutama merek-merek China yang belakangan semakin agresif memperluas pasar ke segmen flagship, Samsung sejauh ini masih mampu mempertahankan mahkota sebagai penguasa pasar smartphone Android premium.

Setelah Huawei “melempem” imbasnya pembatasan fitur GMS (Google Mobile Service) pada pertengahan 2019, Samsung dan Apple terlibat dalam persaingan sengit di pasar smartphone premium.

Kedua vendor masing-masing meraih pangsa pasar global sekitar 20%, berdasarkan laporan berbagai lembaga riset pasar global.

Meskipun Apple memimpin dalam pengiriman keseluruhan, Samsung telah memberikan perlawanan kuat di segmen kelas atas dengan memanfaatkan inovasi AI dan meraih kemenangan di segmen super-premium.

Untuk mempertahankan pangsa pasar yang telah diraih, Samsung secara konsisten memperkenalkan produk terbarunya.

Pada 18 Maret lalu, Samsung Galaxy S26 series resmi meluncur di Indonesia, setelah sebelumnya diperkenalkan secara global melalui acara Galaxy Unpacked pada 26 Februari 2026. Seri ini terdiri dari model Galaxy S26, S26 Plus, dan S26 Ultra.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Samsung mengklaim tiga varian Galaxy S26 mencatatkan peluncuran global yang kuat. Penjualan di seluruh dunia meningkat sebesar 13% selama enam minggu pertama dibandingkan dengan pendahulunya, seri Galaxy S25.

Tingginya permintaan terutama didorong oleh model paling premium, yaitu S26 Ultra, yang menyumbang 71% dari total penjualan.

Tak dapat dipungkiri, keberhasilan Samsung mendominasi pasar Android premium karena perusahaan berinvestasi besar-besaran.

Baca Juga: Samsung Pamerkan Connected Care Berbasis AI di VivaTech 2026

Tengok saja sepanjang 2025, raksasa teknologi asal Korea Selatan itu, menggelontorkan investasi penelitian dan pengembangan (R&D) masif sebesar $25,6 miliar.

Investasi sebesar itu terutama untuk mengembangkan teknologi layar mutakhir, mempelopori segmen ponsel lipat hingga trifold, membangun sistem kamera terbaik di kelasnya, dan menawarkan fitur AI kelas atas.

Dukungan perangkat lunak yang kuat (hingga 7 tahun pembaruan), diperkuat Knox security kelas perusahaan, semakin meningkatkan brand image Samsung yang identik dengan pilihan pengguna kelas atas.

Semua itu dipadukan dengan elemen marketing mix berupa “physical proof” atau “bukti fisik”, yang mencakup semua aspek fisik atau nyata dari produk atau layanan yang ditawarkan, termasuk desain, kemasan, merek, dan penampilan fisiknya.

Sebagai perusahaan teknologi, Samsung telah dikenal dengan kualitas produk dan desain inovatif yang mampu menarik animo pengguna kelas atas.

Vendor yang berbasis di Seoul itu, menempatkan perhatian khusus pada kualitas material produk untuk memberikan bukti fisik yang kuat kepada konsumen bahwa mereka membeli produk berkualitas tinggi.

Samsung juga secara detail memperhatikan desain kemasan produk mereka. Di mana kemasan produk Samsung didesain untuk menarik perhatian konsumen di toko dan memberikan kesan yang positif tentang merek.

Kemasan juga dirancang untuk melindungi produk dari kerusakan selama pengiriman dan penyimpanan.

Selain itu, merek yang dimiliki Samsung juga memiliki logo yang mudah dikenali, yaitu huruf “S” yang khas.

Samsung juga memperhatikan penampilan fisik produk mereka, mulai dari tampilan luar hingga menu di dalam produk. Desain produk Samsung memiliki kesan modern dan menarik yang menjadi daya tarik bagi konsumen.

Tak sampai disitu saja, Samsung juga memberikan bukti fisik pada konsumen melalui dukungan teknis dan layanan purna jual.

Mereka menawarkan garansi yang luas dan memperhatikan kualitas layanan purna jual untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan.

Seperti Samsung Care+. Ini adalah layanan perlindungan premium eksklusif. Jika Galaxy S yang Anda miliki mengalami kerusakan fisik akibat kelalaian atau terkena cairan, program ini menanggung biaya perbaikan atau penggantian.

Ada juga layanan Eksklusif VIP. Melalui layanan ini, pengguna seri flagship mendapatkan fasilitas prioritas, mulai dari layanan antar-jemput perangkat gratis untuk perbaikan (door-to-door), hingga jalur telepon khusus (VIP Hotline) yang siap membantu kapan saja.

Dua jenis layanan itu menunjukkan, layanan after-sales yang mumpuni sejak lama telah menjadi pilar utama Samsung untuk mempertahankan dominasinya di segmen premium.

Bagaimana pun di tengah kerasnya kompetisi, persepsi atas kualitas bukan semata dibangun karena produk,  namun juga dibentuk oleh layanan prima.

Pasalnya, bagi konsumen kelas atas, rasa aman, kemudahan perbaikan, dan keistimewaan layanan bernilai tinggi sama pentingnya dengan spesifikasi perangkat itu sendiri.

Konsisten dalam menerapkan strategi “physical proof”  pada akhirnya membedakan Samsung dengan para pesaingnya.

Baca Juga: Tembus Rp31 Juta, Fitur Anti Intip Jadi Senjata Andalan Samsung Galaxy S26 Ultra

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU