Selular.ID – Persatuan Bangsa-Bangsa alias PBB dituntut untuk membuat regulasi penggunaan kecerdasan buatan atau AI secara bertanggung jawab.
Hal tersebut diajukan delegasi Arab Saudi dialog interaktif Majelis Umum PBB di New York dengan ketua bersama Panel Ilmiah Internasional Independen tentang AI.
Arab Saudi menegaskan kembali pentingnya memperkuat kerja sama internasional untuk memastikan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab dan memanfaatkan potensinya untuk memajukan pembangunan berkelanjutan.
Mengutip Kantor Berita Saudi via AN, Senin (22/6/2026), Saudi atas nama negara-negara Arab menyampaikan pernyataan itu selama dialog interaktif Majelis Umum PBB di New York dengan ketua bersama Panel Ilmiah Internasional Independen tentang AI.
Baca juga:
- Schneider Electric dan Foxconn Kembangkan Infrastruktur Data Center AI
- ChatGPT Zero Jadi Andalan Deteksi AI, Seberapa Akurat Hasilnya?
Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk PBB, Abdulaziz Alwasil, mengatakan negaranya menyambut baik upaya untuk mengimplementasikan Pakta Digital Global dan membentuk panel independen tentang AI.
Negaranya juga, lanjut dia, menekankan pentingnya dialog dan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah, PBB, sektor swasta, lembaga akademik, dan masyarakat sipil.
Saudi menekankan bahwa negara-negara anggota harus memainkan peran sentral dalam mekanisme tata kelola AI di masa mendatang, sambil menghormati hak kedaulatan setiap negara untuk merumuskan kebijakan nasional sesuai dengan prioritas dan kebutuhan pembangunan mereka.
Duta Besar Saudi juga menyoroti pentingnya mengembangkan kerangka kerja etika untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab berdasarkan transparansi, keandalan, dan akuntabilitas, sambil melindungi privasi dan hak asasi manusia serta mempertimbangkan nilai-nilai budaya dan sosial.
Saudi menekankan perlunya mengatasi risiko yang timbul dari penyalahgunaan teknologi AI, termasuk disinformasi, deepfake, dan serangan siber, untuk memperkuat kepercayaan publik dan mempromosikan penggunaan yang aman dan bermanfaat di seluruh dunia.



