Selular.ID – Pada jamuan makan malam kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden China Xi Jinping untuk Presiden AS Donald Trump selama kunjungannya ke China pada 14 Mei, seorang pengusaha wanita terlihat duduk di antara Tim Cook dan Elon Musk.
Susunan tempat duduk tersebut segera menjadi topik diskusi daring dan dengan cepat menjadi viral. Wanita yang menjadi pusat perhatian itu adalah Zhou Qunfei.
Menurut Bloomberg, Zhou Qunfei yang berusia 56 tahun adalah salah satu pendiri dan ketua perusahaan manufaktur kaca layar sentuh Lens Technology.
Perusahaan ini adalah pemimpin global dalam manufaktur presisi, yang mengkhususkan diri dalam elektronik konsumen dan komponen otomotif pintar.
Lens Technology merupakan pemasok utama kaca pelindung, komponen struktural, dan modul elektronik untuk merek-merek seperti Apple, Samsung, dan Huawei.
Perusahaan raksasa ini juga memasok komponen untuk produsen kendaraan listrik seperti Tesla dan BYD. Seiring dengan kemajuan teknologi dan ekosistem, Lens Technology sedang berekspansi ke perangkat keras AI edge, layar XR, dan robotika.

Dari Pekerja Pabrik Menjadi Pengusaha
Zhou lahir pada 1970 di pedesaan Hunan dan dibesarkan dalam keluarga miskin, kehilangan ibunya di usia muda, sementara ayahnya kemudian menjadi cacat setelah cedera.
Pada usia 15 tahun, ia putus sekolah dan pindah ke Shenzhen untuk bekerja di pabrik-pabrik. Ia memulai karirnya di lini produksi, memotong dan memoles kaca arloji di Aoya Optics.
Sambil bekerja, Zhou belajar paruh waktu di sekolah malam dan belajar sendiri berbagai keterampilan termasuk akuntansi, komputasi, dan teknologi sablon.
Selang beberapa tahun kemudian, ia diangkat menjadi supervisor di pabrik tersebut.
Ketika produksi di pabrik dihentikan setelah pemilik menarik investasinya, Zhou mengambil alih bengkel dan melanjutkan operasi menggunakan teknik yang telah ia pelajari di tempat kerja.
Tak patah semangat, Zhou nekat banting stir. Pada 1993, ia memulai bisnis kecil bersama anggota keluarganya.
Zhou mendirikan perusahaan suku cadang jam tangan bersama kerabatnya di sebuah apartemen di Shenzhen. yang akhirnya berkembang menjadi Lens Technology.
Baca Juga: Saat Jensen Huang Jadi Jembatan Meredakan Konflik Dagang AS – China

Bagaimana Lens Technology Menjadi Bagian Dari Rantai Pasok Apple?
Terobosan Lens Technology terjadi pada 2007, ketika memasuki rantai pasokan Apple sebagai pemasok kaca penutup untuk iPhone pertama.
Pada saat itu, Apple mencari layar kaca yang tahan lama untuk menggantikan layar plastik, tetapi hanya sedikit pemasok yang mampu memenuhi persyaratan teknis.
Di titik ini, Zhou memainkan peran kunci dalam meningkatkan proses produksi untuk memenuhi permintaan tersebut.
Seiring iPhone Apple menjadi produk global, Lens Technology tumbuh bersamanya, dengan Apple menyumbang sebagian besar pendapatan perusahaan di tahun-tahun awalnya.
Transformasi berikutnya berkembang sejalan dengan kemajuan industri otomotif. Lens Technology kemudian berekspansi ke sektor kendaraan listrik dan sekarang memasok kaca dan komponen otomotif lainnya ke Tesla.
Lens Technology terdaftar di papan ChiNext Shenzhen sejak 2015, sebuah bursa saham di China untuk perusahaan yang berkembang pesat dan berfokus pada teknologi, sebelum kemudian go public dan terdaftar di Hong Kong pada 2025.
Lens Technology melaporkan total pendapatan sebesar ¥74,41 miliar CNY (sekitar $10,9 miliar USD) untuk tahun penuh 2025, yang mewakili peningkatan 6,5% dibandingkan tahun sebelumnya.
Perusahaan juga mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan sebesar ¥4,02 miliar CNY, meningkat 11% dari tahun 2024.
Dengan kinerja Lens Technology yang mentereng, kekayaan bersih Zhou diperkirakan mencapai sekitar S$20,48 miliar. Menempatkannya ke dalam jajaran miliarder terkemuka di China.
Zhou yang dulunya hidup susah itu, kini menjadi menjadi wanita berpengaruh dan telah berulang kali masuk dalam peringkat wanita terkaya di China.
Baca Juga: Elon Musk Layangkan Gugatan, Minta Sam Altman Dicopot dari OpenAI




