Selular.ID – Bank Syariah Nasional menegaskan bahwa hingga 27 April 2026 perusahaan belum memiliki saluran WhatsApp resmi untuk layanan nasabah.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya modus penipuan digital yang mengatasnamakan Bank Syariah Nasional atau Bank BSN melalui aplikasi pesan instan dan media sosial.
Dalam informasi resminya, Bank Syariah Nasional mengimbau masyarakat agar tidak merespons nomor WhatsApp yang mengaku sebagai perwakilan bank.
BSN menekankan bahwa seluruh nomor WhatsApp yang mengatasnamakan perusahaan dipastikan bukan kanal resmi dan berpotensi digunakan untuk aksi penipuan atau pencurian data pribadi nasabah.
Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya kasus social engineering di sektor perbankan digital. Modus ini biasanya dilakukan dengan menyamar sebagai institusi keuangan resmi untuk memperoleh data sensitif pengguna, seperti kode OTP, PIN, password mobile banking, atau informasi rekening.
Pelaku penipuan umumnya menggunakan foto profil menyerupai logo resmi bank dan mengirim pesan yang dibuat seolah berasal dari layanan pelanggan resmi.
Dalam sejumlah kasus, korban diarahkan untuk mengklik tautan tertentu atau diminta melakukan verifikasi ulang data melalui percakapan WhatsApp.
Bank Syariah Nasional menyebut masyarakat perlu waspada terhadap akun yang mempromosikan nomor tertentu di kolom komentar media sosial maupun pesan langsung.
Nomor tersebut kerap diklaim sebagai customer service resmi bank syariah untuk menarik perhatian calon korban.
Selain menggunakan identitas visual perusahaan, pelaku juga memanfaatkan narasi mendesak agar korban segera memberikan informasi pribadi.
Teknik ini umum digunakan dalam penipuan digital karena dapat memicu kepanikan dan mengurangi kewaspadaan pengguna.
Untuk menghindari risiko penyalahgunaan data, Bank Syariah Nasional menegaskan bahwa pihak bank tidak pernah meminta password, PIN, OTP, atau data sensitif lain melalui WhatsApp maupun media sosial.
Nasabah juga diminta tidak mengisi formulir atau tautan yang dikirim melalui pesan tidak resmi.
Sebagai alternatif layanan resmi, Bank Syariah Nasional meminta nasabah hanya menggunakan kanal komunikasi resmi perusahaan, yakni BSN Call Center di nomor 150286 atau 1500286, aplikasi mobile Bale Syariah by BSN, serta situs resmi bankbsn.co.id.
Penguatan edukasi keamanan digital menjadi salah satu fokus penting industri perbankan nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Seiring meningkatnya penggunaan mobile banking dan layanan keuangan digital, ancaman penipuan berbasis aplikasi pesan instan juga terus berkembang.
Lembaga perbankan dan regulator keuangan sebelumnya berulang kali mengingatkan masyarakat agar selalu memverifikasi identitas akun layanan pelanggan sebelum membagikan informasi pribadi.
Pendekatan ini dinilai penting karena pelaku kini tidak hanya menyebarkan pesan langsung, tetapi juga aktif memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan nomor palsu.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa keamanan layanan digital tidak hanya bergantung pada sistem teknologi perbankan, tetapi juga tingkat literasi digital pengguna.
Karena itu, edukasi mengenai kanal komunikasi resmi dan perlindungan data pribadi menjadi bagian penting dalam transformasi layanan keuangan digital.
Bank Syariah Nasional menegaskan masyarakat sebaiknya segera mengabaikan dan tidak merespons setiap akun WhatsApp yang mengatasnamakan BSN.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kebocoran data dan menjaga keamanan transaksi nasabah di tengah meningkatnya aktivitas penipuan digital berbasis komunikasi instan.
Baca Juga: Nasabah BSN Akan Bisa Top-up Saldo KMT Lewat Mobile Banking




