Selular.ID – ASEAN Foundation bersama Google.org menggelar workshop AI Ready ASEAN bertajuk “Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN” di SMP Plus Muthahhari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 500 pelajar dan menjadi bagian dari upaya regional untuk memperkuat literasi kecerdasan artifisial (AI) di kalangan generasi muda Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam menghadapi transformasi digital yang semakin cepat.
Program ini dibuka dalam rangka memperluas pemahaman dasar mengenai AI serta penerapannya secara bertanggung jawab di lingkungan pendidikan.
ASEAN Foundation menempatkan inisiatif ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ekosistem talenta digital yang inklusif di kawasan ASEAN, dengan sekolah sebagai titik awal penguatan kompetensi generasi muda di era teknologi.
Dalam pelaksanaannya, workshop ini memperkenalkan konsep dasar kecerdasan artifisial, diskusi pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari, serta sesi interaktif yang dirancang agar siswa dapat memahami teknologi secara praktis.
Pendekatan ini menekankan pentingnya literasi digital sebagai fondasi untuk memastikan teknologi AI tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga digunakan secara etis dan produktif.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Dr. Piti Srisangnam, menyampaikan bahwa akses terhadap literasi AI harus bersifat merata bagi seluruh pelajar di kawasan.
Ia menegaskan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi dan berkontribusi pada masyarakat.
Menurutnya, program AI Ready ASEAN dirancang untuk membangun kepercayaan diri pelajar agar mampu beradaptasi sekaligus berperan dalam perkembangan ekosistem digital.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turut menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan pengembangan talenta AI di Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi harus tetap diiringi dengan kemampuan berpikir kritis agar tidak terjadi ketergantungan berlebihan terhadap sistem berbasis AI.
Ia juga menyoroti pentingnya peran guru dan orang tua dalam mendampingi proses pembelajaran berbasis teknologi agar tetap sesuai dengan nilai etika dan kebutuhan pendidikan.
Inisiatif AI Ready ASEAN merupakan program regional yang bertujuan meningkatkan literasi AI di Asia Tenggara melalui pelatihan, edukasi, dan pemberdayaan komunitas pendidikan.
Program ini telah menjangkau jutaan penerima manfaat di kawasan, dengan ribuan peserta pelatihan yang mengikuti pembelajaran mendalam serta ribuan fasilitator yang dilatih untuk memperluas dampak program secara berkelanjutan.

Indonesia menjadi salah satu negara fokus dalam implementasi program ini, mengingat besarnya populasi usia muda dan peran strategisnya dalam ekosistem digital ASEAN.
Pendekatan berbasis sekolah dipilih karena institusi pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman dasar teknologi sekaligus karakter generasi muda yang adaptif terhadap perubahan.
Kolaborasi antara ASEAN Foundation, Google.org, pemerintah, dan sektor pendidikan ini mencerminkan pendekatan lintas sektor dalam memperkuat kesiapan digital di kawasan.
Model ini menempatkan literasi AI tidak hanya sebagai keterampilan teknis, tetapi juga sebagai kompetensi dasar yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan ekonomi dan sosial di era digital.
Ke depan, penguatan program literasi AI di tingkat sekolah diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran teknologi secara merata.
Pendekatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang lebih inklusif, dengan generasi muda sebagai aktor utama dalam pengembangan inovasi di kawasan ASEAN.
Baca Juga: Indonesia Pimpin Ekonomi Digital di ASEAN, Sumbang 40% di Kawasan




