Senin, 15 Juli 2024
Selular.ID -

BI Berencana Turunkan Suku Bunga, Ini Dampaknya ke Saham Perusahaan Teknologi

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Bank Indonesia (BI) menyampaikan terdapat peluang untuk menurunkan suku bunga pada kuartal IV/2024.

Lalu, bagaimana dengan nasib indeks sektor saham teknologi yang beranggotakan GOTO hingga EMTK?

Head of Education and Literation Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menjelaskan dengan rencana penurunan suku bunga BI tersebut, terdapat potensi terjadinya rotasi sektoral.

Apabila berkaca pada semester I/2024, investor cenderung melepas saham emiten berkategori cyclical atau sensitif terhadap makro ekonomi sehingga saham-sahamnya mengalami penurunan.

TONTON JUGA:

“Akan tetapi, kami meyakini emiten dengan kategori cyclical tadi seperti keuangan, properti, industrial dan teknologi akan mendapat sentimen positif,” ujarnya, yang Selular kutip, Rabu (10/7/2024).

Baca juga: Alibaba Lepas 16,2 Miliar Lembar Saham GOTO, Ini Alasannya

Audi menilai sentimen dari cost of fund yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi akan cenderung menurun di sisa akhir tahun 2024.

Khusus untuk sektor teknologi, Audi melihat sentimen terhadap saham-saham di indeks ini tidak hanya bergantung pada pelonggaran kebijakan moneter saja, meskipun korelasi dari suku bunga terhadap emiten teknologi ini berkorelasi negatif.

“Terjaganya level optimistis konsumsi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil juga bisa menjadi pendorong emiten teknologi,” ujarnya.

Adapun, Kiwoom Sekuritas masih memberikan rekomendasi neutral untuk saham-saham teknologi.

Kiwoom Sekuritas memilih saham EMTK di sektor ini, dengan rating hold pada target harga atau target price (TP) Rp560.

Sebagai informasi, hingga penutupan perdagangan Selasa (9/7/2024), indeks sektor teknologi masih mengalami pelemahan sebesar 25,71% sejak awal tahun atau year to date.

Di sisi lain, pelemahan IHSG tersisa tinggal 0,04% secara year to date.

Meski demikian, dengan IHSG yang perlahan kembali ke zona hijau ini, investor asing secara year to date masih mencatatkan net foreign sell sebesar Rp5,21 triliun di seluruh pasar.

Akan tetapi, dalam satu bulan terakhir, aliran dana investor asing kembali masuk ke pasar modal Indonesia.

Baca juga: TikTok Resmi Kantongi 25 Persen Saham GOTO, Siapa yang Untung?

Investor asing mencatatkan net buy di seluruh pasar sebesar Rp2,47 triliun.

Di tengah penguatan IHSG ini, indeks sektoral energi menjadi indeks sektoral dengan laju paling kencang, yaitu 15,27% sejak awal tahun.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Selular.id tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

SIMAK JUGA:

Ikuti berita Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU