Rabu, 19 Juni 2024
Selular.ID -

Starlink di Puskesmas Bali Dibongkar, Pengamat: Memalukan

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi memberikan pandangannya terkait pembongkaran Starlink di Puskesmas Bali.

Sebelumnya layanan internet berbasis satelit, Starlink, milik pengusaha teknologi asal Amerika Serikat (AS) Elon Musk di Puskemas Pembantu (Pustu) Desa Bungbungan, Kecamatan Banjarangkan, Klunkung, Bali dibongkar lagi.

Alasan pembongkaran layanan internet untuk puskesmas yang diluncurkan perdana di Bali pada Minggu (19/5/2024) itu dilakukan karena jaringan belum stabil.

Heru Sutadi mengatakan terkait pembongkaran Starlink di Bali itu tentu merupakan hal yang cukup memalukan dan berarti sebelumnya belum ada uji coba.

TONTON JUGA:

“Seharusnya ada uji laik operasi, cek kantornya di mana, NOC (Network Operation Center) ada tidak serta call center nomor berapa dan tentunya layanannya kualitas bagaimana,” ujar Heru Sutadi.

Baca juga: Pengamat: Izin Starlink Seharusnya Keluar Jika Sudah Ada NOC

Heru menambahkan Starlink seharusnya jangan mendapatkan izin terlebih dahulu sebelum NOC (Network Operation Center) alias kantor mereka ada di Indonesia.

“Jadi ada perusahaan di Indonesia, ada penanggungjawabnya, ada alamat yang jelas, ada call center, serta membayar BHP Frekuensi dan siap dengan kewajiban PNBP (penerimaan negara bukan pajak),” kata Heru Sutadi kepada Selular, Selasa (21/5/2024).

Heru menambahkan setelah ada NOC juga tidak langsung pemerintah setujui karena ada beberapa persyaratan dan tidak hanya sekadar keluar izin langsung beroperasi.

“Di dalam perizinan tentu ada ketentuan hak dan kewajiban yang harus perusahaan penuhi,” katanya.

Baca juga: Starlink Belum Punya Kantor di Indonesia, Bagaimana Nasib Pajaknya?

Pembongkaran Starlink di Bali

Melansir dari berbagai sumber, perangkat internet cepat ini yang ada di Pusksemas Pembantu (Pustu) ini berada pada satu ruang rawat pasien Pustu Bungbungan.

Setelah Starlink dibongkar, layanan internet menggunakan jaringan provider sebelumnya.

Salah satu bidan Pustu Bungbungan, Putu Arini Julianti, mengungkapkan saat pemasangan Starlink, internetnya memang tidak stabil karena masih proses mencari sinyal.

“Kadang dapat 300 Mbps kadang bisa turun sampai 200 Mbps, belum stabil. Kemarin sore dibuka oleh petugas yang memasang. Tidak tahu hari ini dipasang lagi atau tidak,” kata Arini.

Lokasi Pustu Bungbungan memang berada di pedesaan, sehingga sinyal sejumlah provider sering lemah.

“Sistem semua sudah pakai online, kalau di dalam pustu tidak bisa internet dari HP-nya, harus gunakan wifi,” terang Arini.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika mengatakan Klungkung beruntung karena mendapat layanan kerja sama antara Kemenkes dengan Space-X milik Elon Musk.

“Pustu Bungbungan adalah salah satu puskesmas yang ada di pelosok desa di Klungkung, yang jaringan internetnya masih kurang memadai, sehingga layak mendapat layanan internet cepat untuk menunjang kinerja tenaga kesehatan,” terang Jendrika.

Dia berharap Kemenkes juga bisa memberikan bantuan kepada puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah kepulauan Nusa Penida.

Pasalnya di Nusa Penida masih banyak tempat yang mengalami blank spot (tidak tersentuh jaringan komunikasi internet).

Baca juga: Masuk Indonesia, Starlink Wajib Bayar Pajak dan Tak Dapat Insentif

Sebelumnya, Elon Musk ditemani sejumlah pejabat Indonesia meresmikan layanan internet Starlink untuk puskesmas di Bali.

Dia hadir di peluncuran yang dilakukan di Puskesmas Pembantu Sumerta Kelod, Denpasar pada Minggu petang lalu.

Ikuti berita Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU