Minggu, 16 Juni 2024
Selular.ID -

Hidup Konsumtif, Utang Warga RI di Paylater Tembus Rp6,13 T

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat utang warga Republik Indonesia (RI) capai Rp6,13 triliun per bulan Maret 2024.

Utang dari warga RI sebesar Rp6,13 triliun ini berupa outstanding piutang pembiayaan perusahaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau PayLater.

Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan nilai tersebut meningkat 23,90 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“BNPL per Maret 2024 sebesar Rp 6,13 triliun meningkat 23,90 persen secara tahunan atau year on year (yoy),” ujar Agusman dalam keterangan tertulis, Kamis (16/5/2024).

TONTON JUGA:

Agusman mengatakan, pertumbuhan ini diiringi oleh profil risiko pembiayaan, yang mana Non Performing Financing (NPF) Gross sebesar 3,15 persen dan NPF Nett sebesar 0,59 persen.

Baca juga: Bos OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan Stabil Di Tengah Dinamika Geopolitik

“Kinerja dan pertumbuhan perusahan pembiayaan BNPL diproyeksikan akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi yang memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi belanja secara online,” kata Agusman.

Di samping itu, OJK tengah mengkaji untuk menyusun aturan layanan BNPL.

Hal ini seiring dengan tumbuh dan berkembangnya layanan BNPL, sehingga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan inklusi keuangan di tanah air.

“OJK sedang melakukan kajian untuk BNPL termasuk apakah di dalamnya diperlukan penyusunan peraturan yang spesifik yang secara khusus atau bersifat umum,” kata Deputi Komisioner Pengawas Lembaga Pembiayaan Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Jasmi, secara virtual, Jumat (26/4/2024).

OJK berharap dengan adanya kebijakan, nantinya dapat memberikan guidance untuk layanan BNPL.

Baca juga: Segudang Manfaat dan Risiko Paylater Yang Perlu Kita Ketahui

Dengan begitu, layanan BNPL dapat memberikan keseimbangan antara kebutuhan masyarakat, industri, dan dari sisi keamanannya.

“Sehingga dapat menjamin perlindungan konsumen yang memadai bagi masyarakat,” jelas Jasmi.

Ikuti berita Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU