Senin, 15 April 2024
Selular.ID -

Tesla Pusing, Persaingan Harga Mobil Listrik Makin Menggila

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Xiaomi menjual mobil listrik pertamanya dengan harga yang jauh lebih murah dari pada harga Tesla Model 3.

Taktik ‘perang harga’ ini menciptakan persaingan sengit antara perusahaan asal China itu dengan Tesla, raksasa Amerika Serikat (AS) milik Elon Musk.

CEO Xiaomi Lei Jun mengatakan, versi standar SU7 akan terjual seharga 215.900 yuan (Rp 474 juta) di China.

Sementara Tesla Model 3 dijual mulai harga 245.900 yuan (Rp 540 juta) di China.

Lei mengklaim versi standar SU7 mengalahkan Model 3 dengan 90% spesifikasinya lebih unggul, kecuali pada dua aspek yang menurutnya perlukan waktu setidaknya 3-5 tahun bagi Xiaomi untuk bisa mengejar Tesla.

TONTON JUGA:

Dia juga mengatakan SU7 memiliki jarak tempuh minimum 700 kilometer dari Model 3 yang hanya 606 kilometer.

Perusahaan mengatakan pesanan telah melebihi 50.000 mobil dalam 27 menit sejak penjualan mulai pada pukul 10 malam waktu Beijing, Kamis (28/3/2024).

Baca juga: Xiaomi Berencana Rilis Mobil Listrik Perdananya Bulan Ini

Lei menjanjikan pengiriman mobil listrik Xiaomi akan mulai pada akhir April ini.

Ia juga mengklaim bahwa pabrik mobil Xiaomi yang penuh dengan otomatisasi dapat memproduksi SU7 setiap 76 detik.

Belum jelas apakah pabrik tersebut sudah beroperasi penuh atau belum.

Awal pekan ini, Lei mengatakan di media sosial bahwa SU7 akan menjadi sedan terbaik dengan harga di bawah 500.000 yuan.

Mobil tersebut memasuki pasar yang sangat kompetitif di China, di mana perusahaan-perusahaan meluncurkan sejumlah model baru dan memotong harga agar dapat bertahan.

SU7 adalah bagian dari strategi “Manusia x Mobil x Rumah” yang baru-baru ini diluncurkan Xiaomi dalam upayanya membangun ekosistem perangkat yang terhubung ke sistem operasi HyperOS baru.

Sebagian besar pendapatan perusahaan berasal dari HP, dengan kurang dari 30% berasal dari peralatan dan produk konsumen lainnya.

Sementara Tesla Model 3 adalah sedan energi baru terlaris di China yang memiliki jarak tempuh setidaknya 600 kilometer dan harga kurang dari 500.000 yuan, menurut data dari situs web industri Autohome.

Di Amerika Serikat (AS), Tesla merupakan pemimpin pasar mobil listrik (EV).

Namun di skala global, Tesla menghadapi tekanan persaingan ketat dengan produsen lain.

Di China, Tesla kalah saing dengan produsen mobil lokal yang memproduksi kendaraan dengan fitur canggih dan harga terjangkau.

Baca juga: Cara Mengisi Daya Mobil Listrik di SPKLU dan Biayanya

Selain Xiaomi yang baru mengepakkan sayap, BYD juga secara aktif turut memperluas jangkauannya ke negara-negara lain.

Pada kuartal keempat 2023, BYD yang didukung Warren Buffet berhasil menggeser posisi Tesla sebagai pembuat kendaraan listrik terbesar di dunia.

BYD menjual lebih banyak kendaraan bertenaga baterai dibandingkan perusahaan milik Elon Musk.

Ikuti berita Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU