Minggu, 19 Mei 2024
Selular.ID -

Profil Singkat Satya Nadella, Separuh Hidupnya di Microsoft

BACA JUGA

Selular.ID – Satya Nadella, seorang bisnis eksekutif kelahiran India 57 tahun lalu ini, memang separuh hidupnya tentang Microsoft.

Jauh sebelum menjadi seorang bos besarnya Microsoft, Satya Nadella dibesarkan di kota Hyderabad, India selatan dan belajar teknik elektro di Universitas Mangalore ada tahun 1988.

Tidak cukup sampai disitu, 2 tahun berselang, Satya Nadella menyelesaikan gelar master di bidang ilmu komputer di Universitas Wisconsin di Milwaukee, Amerika Serikat bagian Utara.

Setelah menyelesaikan pendidikan, sebelum ia bergabung dengan perusahaan raksasa teknologi, Microsoft, Satya Nadella sempat bergabung dengan Sun Microsystems, Inc.

Sebuah perusahaan produsen semikonduktor dan perangkat lunak yang bermarkas di Santa Clara, California. Disitu ia menjabat sebagai anggota staf teknologinya.

Namun, di perusahaan tersebut, Satya hanya bertahan selama 2 tahun, dan disinilah atau tepatnya pada tahun 1992 petualangan Satya Nadella di Microsoft dimulai.

Di awal karirnya bersama Microsoft, Dia bekerja pada pengembangan Windows NT, sebuah sistem operasi yang ditujukan terutama untuk pengguna bisnis.

Perjalanan terus berlanjut, dan bisa dikatakan, kinerja Satya Nadella di Microsoft terus membaik, dan pada tahun 1999 ia naik pangkat dan diangkat menjadi wakil presiden layanan bisnis kecil Microsoft bCentral, dan dua tahun kemudian ia menjadi wakil presiden perusahaan Microsoft Business Solutions.

Pada tahun 2007 ia diangkat menjadi wakil presiden senior penelitian dan pengembangan untuk divisi layanan online perusahaan, dan kemudian (2011–13) menjabat sebagai presiden bisnis server dan peralatan Microsoft.

Sampai akhirnya pada tanggal 4 Februari 2014, Satya Nadella menjadi CEO Microsoft, ialah menjadi orang ketiga yang memegang jabatan tersebut setelah salah satu pendiri perusahaan Bill Gates dan Steve Ballmer.

Hingga saat ini dibawah kepemimpinannya bisa dikatakan naik turun kondisi perusahaan sudah dirasakan.

Di beberapa tahun belakangan mungkin ada kabar PHK besar dari Microsoft, tapi dibalik itu Satya Nadella juga cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi, salah satunya AI, ia memperkenalkan Copilot jadi platform AI Chatbot.

Terbaru, Microsoft juga merasa tidak bisa berjalan sendiri, Microsoft menggandeng OpenAI dilaporkan merencanakan proyek pusat data bersama yang biayanya bisa mencapai $100 miliar.

Dengan dibawah kepemimpinan Satya Nadella, selama 32 tahun lebih separuh hidupnya ia berada di Microsoft. Bisa menjadi pengaruh di dunia teknologi.

Bertepatan dengan hal ini, besok, Selasa (30/04/2024) Satya Nadella akan menyambangi Indonesia dan akan bertemu dengan presiden RI Joko Widodo.

Kabarnya hadirnya bos Microsoft ke Indonesia ini mempermasalahkan tentang akan mulai berinvestasi di tanah air.

Karena akan ada rencana penandatanganan nota kesepahaman antara Microsoft dengan Kominfo pada bulan Maret 2024 lalu.

MoU tersebut juga berisi bahwa Microsoft berkomitmen untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia dibidang digital, serta penguatan dibidang infrastruktur.

Baca juga: Momen Satya Nadella Banggakan Pencapaian AI Microsoft Dibandingkan Google

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU