Jumat, 24 Mei 2024
Selular.ID -

Lebaran, Harga Bitcoin Makin Menguat Karena Hal Ini

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Harga Bitcoin (BTC) di pasar Kripto berada di atas $72.000 pada hari Senin (8/4/2024) atau pekan ini di momentum Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.

Hal tersebut menunjukan harga Bitcoin berhasil pulih saat Lebaran ini usai mengalami penurunan hingga ke level $65.000 Selasa (2/4/2024), pekan lalu.

Hal ini sebuah indikasi bahwa reli masih potensi berlanjut di tengah pasar yang menantikan terjadinya Bitcoin halving keempat di Bulan April ini.

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha menjelaskan Selasa (9/4/2024) pagi pukul 08:00 WIB, Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar $71.425 menguat 3,07% dalam 24 jam terakhir.

Secara teknikal dalam jangka pendek, jika BTC dapat bertahan di atas $70.300, maka BTC dapat melanjutkan kenaikan menuju resistance $73.000 bahkan menciptakan new ATH lagi.

TONTON JUGA:

Sementara, jika turun di bawah $70.300 maka BTC potensi melemah ke support $69.000.”

Pemulihan Bitcoin diikuti pergerakan altcoin yang juga menguat. Berikut Aset Kripto dengan kenaikan tertinggi dalam tujuh hari terakhir; Ethena (ENA) melesat 94,23% hingga mencapai harga $1,33, Neo (NEO) menguat 39,40% menjadi 21,14, dan Pendle (PENDLE) naik sebesar 37,75% bertengger di $6,93.

Baca juga: Bulan Maret Positif, Bagaimana Potensi Bitcoin Menjelang Halving

Sementara, Stablecoin menjadi fokus minggu lalu dengan aksi VanEck dan Ripple Labs dalam persiapan meluncurkan stablecoin berbasis dolar AS, untuk menyaingi dominasi dari Tether (USDT) dan Circle (USDC).

Permintaan ETF Bitcoin telah meroket menjelang halving.

Lonjakan arus masuk tepat sebelum halving menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin kemungkinan besar menimbunnya sebelum halving.

Investor meyakini bahwa akan terjadi kenaikan setelah halving, seperti yang terjadi pada halving sebelumnya.

Perdagangan ETF Bitcoin spot minggu lalu ditutup dengan catatan optimis, mengamankan arus masuk positif sebesar $203 juta pada hari Jumat (5/4/2024).

Meskipun ada kemunduran awal sebesar $84,7 juta dalam arus keluar bersih pada tanggal 1 April, ETF telah bangkit kembali, mengumpulkan arus masuk bersih sebesar $569,4 juta sepanjang perdagangan pekan lalu.

“Halving Bitcoin yang akan datang adalah momen penting, tidak hanya untuk pasar Aset Kripto, tetapi juga untuk seluruh lanskap teknologi web3 dengan perusahaan berupaya memanfaatkan potensi pertumbuhan teknologi ini,” ujar Panji.

“Hal ini akan menarik gelombang pengguna baru ke dunia kripto untuk terjun ke ekosistem kripto,” sambungnya.

Baca juga: Pengamat Sebut Bitcoin Bisa Saja Tembus Rp2 Miliar

Pekan ini

Selain ETF Bitcoin spot, faktor makroekonomi memainkan peran penting dalam kenaikan harga Bitcoin baru-baru ini. Pekan ini, terdapat rilis data inflasi AS, seperti Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada hari Rabu pukul 19:30 WIB yang potensi memiliki implikasi jangka pendek pada harga Bitcoin.

Konsensus memperkirakan inflasi AS di bulan Maret naik menjadi 3,4 YoY dari 3,2% YoY di Februari 2024. Adapun The Fed sendiri menargetkan inflasi berada di kisaran 2%.

Terlepas dari itu, Alat FedWatch CME Group menunjukkan bahwa ada kemungkinan 95,4% suku bunga akan tetap tidak berubah pada kisaran 5,25% hingga 5,50% pada pertemuan The Fed bulan Mei.

Baca juga: Bitcoin Rebound di Pekan Terakhir Bulan Maret 2024

“Meski komunitas kripto menantikan Bitcoin halving, rilis data inflasi pekan ini akan memberi petunjuk terhadap potensi arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) ke depan,” kata Panji.

“Investor memperkirakan bahwa The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada FOMC bulan Juni nanti, yang tentunya akan berdampak positif ke keseluruhan pasar, termasuk pasar Aset Kripto,” sambungnya.

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Selular hanya sebatas membuat informasi ini dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli aset kripto. Harga aset kripto berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Ikuti berita Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU