Senin, 24 Juni 2024
Selular.ID -

Bitcoin Rebound di Pekan Terakhir Bulan Maret 2024

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Aset kripto, Bitcoin (BTC) mengalami rebound pada minggu terakhir bulan Maret atau penutupan kuartal pertama 2024 ini.

Setelah mengalami penurunan ke level $60.800 pada Rabu (19/3/2024) pekan lalu, Bitcoin (BTC) pulih dengan mencapai level di atas $70.000 pada awal pekan ini.

Kenaikan Bitcoin saat ini telah mencapai 14,24% dari harga pembukaan BTC di $62.168 pada 1 Maret 2024.

Sementara jika kita lihat sejak awal tahun, BTC telah naik sebesar 64,96% dari harga pembukaan di $42.280 pada 1 Januari 2024.

TONTON JUGA:

Financial Expert Ajaib Kripto, Panji Yudha, mengatakan Bitcoin berpotensi melanjutkan tren positifnya hingga menutup bulan Maret 2024 dengan positif.

“Jika hal ini terjadi, maka ini akan menjadi penutupan beruntun ketujuh, dimulai sejak September 2023, menandakan konsistensi dan ketahanan pasar Bitcoin dalam menghadapi berbagai dinamika pasar,” ujarnya kepada Selular.

Baca juga: Daftar Negara yang Akui Kripto dan Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

Panji melanjutkan BTC kembali naik di atas angka $70.000 pada perdagangan Senin (25/3/2024) dan pada Selasa (26/3/2024) pagi pukul 08:00 WIB, Bitcoin berada di level $69.898, naik 4,99% dalam 24 jam terakhir.

“Potensi BTC untuk menguji area all-time high $73.000 dapat terjadi jika mampu bertahan di atas support $69.000,” ungkapnya.

“Namun, jika terjadi penurunan di bawah level support tersebut, BTC potensi melemah ke kisaran $66.000,” sambungnya.

Pekan lalu

ETF Bitcoin mengalami arus keluar total lebih dari $888 juta minggu ini, dengan ETF Bitcoin Spot mengalami arus keluar bersih sebesar $51,6 juta pada hari Jumat (22/3/2024).

GBTC sendiri mencatat arus keluar satu hari sebesar $169 juta.

Namun, ETF (IBIT) milik BlackRock mengamati arus masuk bersih yang minimal, sehingga membantu mengurangi beberapa dampak negatif.

Selain itu, penurunan pekan lalu juga akibat dari aksi risk off sejenak oleh investor menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), di mana Federal Reserve memilih untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 5,20%-5,50%.

Di tengah perkembangan ini, Selasa (19/3) Securities and Exchange Commission (SEC) mengatakan pihaknya memperpanjang waktu untuk memutuskan aplikasi ETF Ethereum spot yang diajukan oleh Hashdex dan Ark 21Shares hingga Mei 2024.

Baca juga: Wajib Tahu, Perbedaan Kripto dan Bitcoin Sebelum Berinvestasi

Pekan ini

Aset kripto berbasis real world assets (RWA) mengalami performa positif awal pekan ini berkat dari aksi BlackRock yang mengumumkan Tokenisasi Aset dengan meluncurkan Digital Liquidity fund pada Kamis (21/3/2024).

Kabar tersebut berpotensi akan menjadi sentimen positif bagi beberapa aset kripto berbasis RWA, seperti: MKR, ICP, SNX, LINK, ONDO, dll.

“Sektor real world assets (RWA) dalam kripto bertujuan menghubungkan aset fisik seperti properti, saham, obligasi, dan komoditas dengan teknologi blockchain, menciptakan representasi digital,” katanya.

“RWA juga memperkuat keterhubungan antara dunia kripto dan nyata, mempercepat proses transaksi serta penyelesaian kontrak, dan membantu membangun ekosistem finansial yang lebih inklusif dan terhubung,” lanjut Panji.

Sementara dari sisi makro, minggu ini pejabat Federal Reserve termasuk Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, dan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook akan memberikan wawasan penting tentang pasar pada Senin (25/3/2024).

Lisa Cook menekankan pentingnya hati-hati dalam pemangkasan suku bunga untuk mengatasi inflasi.

Sementara pidato Gubernur Fed Christopher Waller dan Ketua Fed Jerome Powell akan dipantau oleh para pelaku pasar akhir minggu ini.

Data ekonomi penting akan rilis pekan ini, seperti Kepercayaan Konsumen pada Selasa (26/3) dan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Kamis (28/3/2024).

Selanjutnya Indeks PCE dan Indeks PCE Inti dirilis pada hari Jumat (29/3), akan semakin mengarahkan ekspektasi investor mengenai keputusan suku bunga The Fed di masa depan.

“Terlepas dari volatilitas pasar, optimisme terhadap potensi kenaikan Bitcoin akan tetap berlanjut,” jelas Panji.

“Optimisme ini didorong oleh potensi dampak dari Bitcoin halving ke BTC yang cenderung mengalami performa positif pasca halving, sehingga dapat mendorong momentum positif ke pasar kripto global,” tutupnya.

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Selular sekadar membuat informasi dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli aset kripto. Harga aset kripto berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Ikuti berita Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU