Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

Tahun Ini Prediksi Harga Emas Tetap Diatas $2.000

BACA JUGA

Selular.ID – Broker komoditas berjangka, Finex, memberikan proyeksi menarik terkait pasar emas global. Menurut direktur utama Finex, Agung Wisnuaji, perusahaan tersebut memprediksi bahwa harga emas akan bertahan di atas level US$2.000 per troy ounce di tahun 2024.

Finex merilis proyeksinya pada November 2023 dan pada saat itu, harga emas telah menunjukkan tren kenaikan. Data Bloomberg pada 25 November 2023 mencatat bahwa harga emas spot dan comex mengalami peningkatan, dengan emas spot mencapai US$2.023 per troy ounce dan emas comex mencapai US$2.000 per troy ounce.

Namun, harga emas dunia mengalami fluktuasi signifikan per 15 Feburari 2024. Meskipun pada saat itu, harga emas spot dan comex sedang mengalami peningkatan, tetapi data terbaru menunjukkan bahwa harga emas dunia kembali mengalami penurunan.

Menurut laporan terbaru CNBC pada 15 Februari 2024, harga emas spot turun 1,3% menjadi USD 1.992,5 per ounce, mencapai level terendah dalam dua bulan. Begitu juga dengan harga emas berjangka AS, yang turun 1,3% menjadi USD 2.005,6.

Penurunan ini terjadi setelah laporan inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, mengurangi prospek penurunan suku bunga lebih awal dari Federal Reserve (The Fed).

Finex sendiri memproyeksikan bahwa emas global akan berada di atas US$2.000 per troy ounce di tahun 2024, dengan mempertimbangkan eskalasi konflik dan prediksi suku bunga The Fed.

Direktur Utama Finex, Agung Wisnuaji, menyatakan bahwa harga emas bisa mencapai US$2.009 per troy ounce, tergantung pada kebijakan pemerintah Amerika.

“Emas sendiri pada tahun depan (2024) bisa ke US$2.009 per troy ounce. Tergantung kebijakan pemerintah Amerika nantinya bagaimana. Sementara untuk harga minyak masih belum bisa diprediksi,” Ungkap Agung saat berada di Jakarta, Minggu (26/11/2023).

Namun, pergerakan harga emas saat ini menunjukkan adanya tekanan jual setelah data inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Januari.

Ahli strategi pasar senior, Bob Haberkorn mengungkapkan bahwa pasar mencatat bahwa harga emas bertahan di bawah level kunci US$2.000 per troy ounce pada perdagangan Rabu, menunjukkan bahwa ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang cepat mungkin telah mengendur.

Meskipun demikian, Finex optimis mengenai instrumen investasi emas. Agung Wisnuaji menyatakan bahwa kondisi geopolitik dan kebijakan suku bunga The Fed akan terus mempengaruhi harga emas. Meski GDP Amerika diprediksi akan menguat, dolar AS yang kuat dapat menyebabkan kontraksi harga emas.

Dalam menghadapi dinamika pasar ini, Finex terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat terkait perdagangan komoditas berjangka.

Agung Wisnuaji mengungkapkan bahwa potensi market perdagangan komoditas masih besar, hanya perlu lebih banyak sosialisasi agar masyarakat lebih memahami dan percaya pada instrumen investasi ini.

Sebagai informasi tambahan, Agung juga membagikan beberapa strategi yang dapat diikuti bagi para investor yang tertarik untuk berinvestasi pada emas berjangka.

Salah satu langkah kunci yang ditekankan adalah memastikan perusahaan pialang yang dipilih memiliki legalitas dan izin resmi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sebuah poin di mana Finex telah memperoleh predikat A++.

Yang kedua, Agung menggarisbawahi pentingnya memilih pialang yang tidak hanya legal dan berlisensi, tetapi juga menawarkan ketentuan transaksi yang menguntungkan. Yang terakhir, kemudahan manajemen risiko melalui sistem transaksi yang telah mereka kembangkan.

Emas sendiri menjadi favorit utama di kalangan nasabah Finex. Emas memegang bagian terbesar dalam komposisi dari 78 instrumen yang ditawarkan, mencapai lebih dari 50%. Ini diikuti oleh instrumen indeks saham sebanyak 19%, sementara sisanya melibatkan forex, energi, dan saham individu.

Hingga saat ini, Finex telah berhasil menarik perhatian 7000+ nasabah dengan total dana deposit mencapai Rp151 miliar. Agung menyadari pentingnya peningkatan jumlah nasabah, dan untuk mencapai hal tersebut, Finex berkomitmen untuk meningkatkan literasi finansial di masyarakat.

Sementara harga emas pada hari ini menunjukkan penurunan, pasar masih menantikan data penjualan ritel dan indeks harga produsen yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.

Komitmen The Fed terhadap penurunan suku bunga juga akan menjadi fokus perhatian, dengan harapan bahwa kebijakan bank sentral dapat memberikan sentimen positif bagi harga emas.

Baca juga Begini Tips Investasi Emas Berjangka Yang Sukses

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU