Senin, 15 April 2024
Selular.ID -

Ririek Adriansyah: Tiga Satelit Telkom Saja Tidak Cukup

BACA JUGA

Selular.ID – Dengan peluncuran Satelit Merah Putih 2 pada Selasa sore (20/2/2024) waktu Florida, maka Telkom akan mempunyai tiga satelit yang mengangkasa di langit Indonesia.

Namun, tiga satelit belumlah cukup.

“Jika Indonesia cuma punya tiga satelit saja, jelas tidak cukup. Kami pasti akan membutuhkan tambahan,” ucap Ririek Adriansyah selaku Direktur Utama Telkom, seusai peluncuran satelit Merah Putih 2 di Florida, Selasa sore waktu setempat.

Ririek mengungkapkan, di langit Indonesia, satelit yang beroperasi bukan hanya milik Telkom.

“Satelit yang melayani Indonesia bukan hanya milik Telkom, tetapi juga ada operator lain. Milik Telkom yang saat ini aktif ada dua, yakni satelit Telkom 3S dan satelit Merah Putih. Sementara satelit Merah Putih 2 ready for service (RFS),” ungkapnya.

Namun berbeda dari dua satelit Telkom sebelumnya, Merah Putih 2 menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS) atau disebut broadband satelit.

“Kalau bicara Telkom, dua satelit pertama Telkom belum broadband. Jadi secara kapasitas data masih kecil. Yang full broadband baru kali ini,” ucapnya.

Kalau hanya ada tiga satelit, Ririek mengatakan itu jelas tidak cukup.

Apakah Telkom akan meluncurkan satelit lagi?

“Belum tahu. Karena untuk meluncurkan satelit bukan hanya mampu untuk investasi, tetapi juga kami butuh slot orbit yang di-file oleh kami. Saat ini kami tidak punya slot orbit yang kosong,” papar Ririek.

Tetapi perusahaan akan selalu terbuka dengan segala kemungkinan yang muncul di masa mendatang.

“Nanti kami lihat perkembangannya. Apakah pasar membutuhkannya, atau apakah ada peluang bagi kami untuk meluncurkan satelit lain lagi,” tuturnya.

Bisa juga, Telkom bekerjasama dengan pihak lain dalam meluncurkan satelit baru. Itu masih menjadi salah satu opsi yang akan dilihat Telkom kelak.

“Intinya, kami akan terus mengembangkan vsat, terutama untuk layanan broadband. Tetapi tidak menutup kemungkinan di luar broadband akan butuh banyak satelit,” jelasnya.

Tugas utama satelit Merah Putih 2

Menggunakan teknologi High Throughput Satellite (HTS), Ririek membeberkan tugas utama satelit Merah Putih 2.

“Peruntukan utamanya adalah untuk menambah, membantu perluasan konektivitas broadband di daerah-daerah terpencil termasuk di laut,” terang Ririek.

Ririek menyebut satelit Merah Putih 2 bisa menjadi backhaul para operator selular dan VSAT yang membutuhkan.

“Dengan adanya satelit ini maka diharapkan operator VSAT, operator selular akan dipermudah manakala membutuhkan backhaul atau konektivitas misal dari BTS ke berbagai elemen network lain,” tutur Ririek.

Harapannya, penyediaan konektivitas broadband ini akan lebih merata, terutama di daerah yang termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Satelit Broadband di Indonesia Mutlak Dibutuhkan

Menjawab pertanyaan wartawan yang turut berada di Florida untuk menyaksikan peluncuran satelit Merah Putih 2 soal strategi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan broadband konsumen, Ririek Adriansyah mengungkapkan, “Karena negara kita sangat luas dan bentuknya juga kepulauan, kami butuh 3 jenis platform berbeda untuk men-deliver broadband.”

Pertama adalah fiber optik karena itu yang paling besar kapasitasnya.

“Tetapi menggelar fiber optik ada batasan teknis dan komersialnya. Tidak semua rumah laik untuk fiber optik. Sehingga kita butuh solusi yang lain,” ungkap Ririek.

Kemudian ada solusi FWA atau fixed wireless access.

“Yang kedua adalah FWA seperti Telkomsel Orbit. Bahkan di Jakarta untuk menanam fiber optik itu sangat susah. Jadi lebih praktis pakai FWA seperti Orbit,” paparnya.

Jika fiber optik dan FWA masih belum solutif, kini ada satelit.

“Bagi daerah yang lebih remote lagi, even FWA juga tidak layak. FWA kan juga punya batasan jangkauan. Satu BTS radiusnya hanya sekian kilometer. Di situlah kita butuh satelit. Baik yang direct ke pengguna, atau satelit yang bisa dipakai oleh operator lain agar mempermudah mereka menggelar coverage ke daerah pelosok,” tutur Ririek.

Menurut Ririek, peran satelit mutlak dibutuhkan Indonesia.

“Peran satelit di negara kita tidak bisa dihindarkan. Karena itulah kami di Telkom akan terus mengembangkan bisnis satelit kami. Karena kami yakin negara kita sangat membutuhkan satelit. Walaupun bentuknya sendiri bisa berubah dari waktu ke waktu. Misalnya dulu untuk komunikasi suara, sekarang lebih ke akses broadband,” terang Ririek.

Harga layanan satelit yang lebih murah

Pada kesempatan yang sama, Lukman Hakim Abd Rauf selaku Direktur Utama Telkomsat, menambahkan, “Kami akan terus melanjutkan fokus kami ke area-area underserved teristorial maupun unserved. Ini memang menjadi tantangan karena dari waktu ke waktu masyarakat meminta harga yang semakin affordable.”

Lukman meyakini, dengan keberadaan satelit broadband ini, harga layanan akan semakin terjangkau.

“Dengan kehadiran HTS ini kami sangat yakin, dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari satelit kami sebelumnya, Telkom dan Telkomsat pasti akan bisa men-deliver harga perkapasitas yang lebih murah. Sehingga kami harapkan satelit ini bisa memberikan manfaat yang semakin luas kepada masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Bersama Roket milik SpaceX, Satelit Merah Putih 2 Telkom Siap Lepas Landas

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU