Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

Pengertian Blockchain, Wajib Tahu Sebelum Investasi Kripto

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Para investor kripto tentu wajib tahu terkait pengertian dari Blockchain dan sejumlah manfaatnya.

Jadi, sebelum berinvestasi atau trading kripto, kalian wajib tahu tentang Blockchain yang memiliki hubungan yang erat dengan kriptografi.

Lalu apa sih pengertian dari Blockchain yang ada kaitannya dengan kripto ini?

Blockchain adalah teknologi yang digunakan sebagai sistem penyimpanan data digital yang terhubung melalui kriptografi.

TONTON JUGA:

@selular.id

XL Axiata resmi menutup layanan Live On pada 23 Februari 2024. Layanan yang menyasar pelanggan muda itu hanya berusia 3,5 tahun, sejak diluncurkan pada 5 Oktober 2020. Penutupan Live On menyusul pembubaran dua operator digital lainnya yang pernah ada di Indonesia. Tercatat Smartfren menutup Switch Mobile pada Januari 2021 (debut Maret 2020) dan Indosat Ooredoo Hutchison menutup MPWR (baca: Empower) pada Oktober 2022 (dirilis Desember 2020). Saat ini, tertinggal satu operator digital untuk kalangan muda yakni by.U milik Telkomsel. #byu #telkomsel #xl #xlaxiata #liveon #internet #internetprovider #provider #digital

♬ In Love With You – BLVKSHP

Untuk lebih detailnya, mari kita jelajahi lebih lanjut terkait Blockchain ini.

Definisi Blockchain

Blockchain adalah kumpulan dari berbagai catatan yang diproses oleh sekelompok komputer yang tidak memiliki otorisasi atau otoritas terpusat.

Baca juga: Sejarah Bitcoin Jadi Mata Uang Kripto hingga Populer Saat Ini

Setiap catatan atau blok data diamankan dan ditautkan menggunakan prinsip kriptografi.

Jaringan blockchain bersifat terdesentralisasi, artinya tidak dikuasai oleh pihak tertentu.

Struktur Blockchain

Blockchain terdiri dari serangkaian blok yang saling berhubungan.

Setiap blok memiliki catatan transaksi yang berbeda dan terhubung seperti rantai.

Informasi dalam blockchain bersifat transparan, dapat dilihat oleh semua orang yang memiliki akses.

Prinsip Teknologi Blockchain
  • Transparansi: Semua yang terkandung dalam blockchain dapat dilihat oleh orang lain, yang secara kolektif bertanggung jawab atas pengoperasian setiap tindakan mereka.
  • Biaya Transaksi Nol: Blockchain bebas dari biaya transaksi dan infrastruktur.

Verifikasi Terdistribusi: Berbagai blok dalam blockchain telah mendapatkan status verifikasi dari komputer yang berbeda.

Contoh Penggunaan Blockchain

Baca juga: Begini Kebiasaan Unik Investor Kripto di Indonesia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU