Jumat, 1 Maret 2024
Selular.ID -

Kisah Comeback OnePlus, Gagal di Indonesia Melenggang di Jerman

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – OnePlus memulai kembali penjualan sejumlah ponsel pintar di situsnya di Jerman setelah jeda selama lebih dari setahun.

Sebuah langkah yang dilakukan tak lama setelah vendor saudaranya, Oppo, menyelesaikan sengketa paten yang sudah berlangsung lama dengan raksasa Finlandia, Nokia.

OnePlus yang merupakan bagian dari BBK Group,  mendaftarkan enam ponsel cerdas termasuk jajaran Nord kelas menengah dan Open yang dapat dilipat. Perusahaan menerima pesanan terlebih dahulu untuk perangkat andalannya yang akan datang.

Berbeda dengan Oppo, OnePlus terus menjual aksesori di negara tersebut selama pelarangan ponsel pintarnya.

Jajaran ponsel pintar vendor tersebut ditarik dari pasar pada 2022, setelah pengadilan memenangkan Nokia dalam salah satu dari sejumlah perselisihan hukum yang terjadi di seluruh Eropa antara Nokia dan Oppo, yang berbagi perusahaan induk BBK Electronics dengan OnePlus.

Ketika tuntutan hukum terus berlanjut, terdapat rumor bahwa kedua merek China tersebut akan meninggalkan Eropa sepenuhnya, klaim yang kemudian dibantah oleh keduanya dalam sebuah pernyataan bersama.

Baca Juga: Diluaran OnePlus Dipuji, Di Indonesia Belum Ada Kabar

Pekan lalu, Nokia menandatangani perjanjian paten dengan Oppo yang menyelesaikan semua litigasi yang tertunda antar kedua perusahaan.

Meskipun ponsel OnePlus kembali dijual di Jerman, situs resmi Oppo masih memiliki pemberitahuan yang menyatakan tidak ada informasi produk yang tersedia, dan menambahkan bahwa berbagai ponsel pintar tidak tersedia di negara tersebut.

Comeback-nya OnePlus ke Jerman berbeda cerita dengan Indonesia. Seperti diketahui, rencana OnePlus untuk kembali telah disampaikan secara resmi oleh petingginya.

Sebelumnya, OnePlus merupakan brand yang cukup popular di Indonesia. Membidik segmen menengah atas, OnePlus mencoba bersaing dengan Samsung dan Apple yang menguasai pasar ini.

Namun kiprah OnePlus tak berumur panjang. Vendor terpaksa mengibarkan bendera putih pada 2017. Cabutnya OnePlus terjadi saat pasar Indonesia tengah bertransisi, dari 3G ke 4G.

Untuk mendorong tumbuhnya industri dalam negeri, minimal perakitan smartphone, pemerintah mengambil kebijakan dengan penerapan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Dengan beleid itu, vendor smartphone yang beroperasi di Indonesia diwajibkan untuk membangun pabrik atau bekerjasama dengan perusahaan manufaktur eletronik lokal.

Kebijakan itu rupanya menjadi halangan bagi OnePlus. Alhasil, One Plus memilih untuk meninggalkan gelanggang. Vendor yang berbasis di Shenzhen itu, tak mampu memenuhi TKDN sebesar 30% yang diterapkan oleh pemerintah.

Setelah tujuh tahun berlalu, OnePlus menilai pasar Indonesia tetap layak diperebutkan. Itu sebabnya, vendor yang mengusung tagline “Never Settle” itu, berniat comeback ke Indonesia.

Masuknya kembali OnePlus disampaikan langsung oleh Patrick Owen, Chief Marketing Office OnePlus Indonesia. Menurut Patrick, OnePlus berkomitmen untuk menghadirkan varian produk smartphone berkualitas di Indonesia yang dinantikan para pelanggan OnePlus.

“OnePlus juga selalu berupaya untuk membangun ekosistem smart device 5G sesuai dengan keunggulannya sebagai smartphone yang ‘Fast and Smooth”, ujar Patrick, di Jakarta (4/4/2023).

Setelah memproklamirkan kemunculannya di pasar Indonesia, OnePlus kemudian membuat survei untuk mengetahui seberapa besar minat masyarakat Indonesia tentang produk OnePlus yang kelak akan hadir.

Hasil surveinya tidak begitu buruk. Perusahaan mengklaim sekitar 2000 orang dalam waktu 24 jam menyatakan minatnya pada produk dari OnePlus tersebut.

Meski telah gembar-gembor, bahkan membuat survey awal kepada konsumen, namun hingga akhir tahun lalu, tanda-tanda OnePlus memasarkan produknya ke tanah air tak kunjung terealisasi.

Pasar smartphone Indonesia yang menurun, dan kekhawatiran terjadi kanibalisme terhadap Oppo, diperkirakan menjadi alasan OnePlus gagal comeback ke Indonesia.

Baca Juga: Nasib OnePlus: Never Settle, Never Launch..

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU