Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

Alasan Pelaku Industri Getol Bangun Data Center di Indonesia

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan alasan Indonesia menjadi target untuk membangun data center oleh pelaku industri.

Hal tersebut Direktur Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan katakan saat peresmian data center EDGE2 di Kuningan, Jakarta, Rabu (28/2/2024) kemarin.

Semuel mengatakan jika Indonesia, Malaysia dan Singapura jadi tempat para pelaku industri untuk membangun data center.

Mereka tidak hanya memberikan layanan cloud bagi pasar Indonesia saja, tapi juga wilayah sekitar Asia Tenggara.

TONTON JUGA:
@selular.id

XL Axiata resmi menutup layanan Live On pada 23 Februari 2024. Layanan yang menyasar pelanggan muda itu hanya berusia 3,5 tahun, sejak diluncurkan pada 5 Oktober 2020. Penutupan Live On menyusul pembubaran dua operator digital lainnya yang pernah ada di Indonesia. Tercatat Smartfren menutup Switch Mobile pada Januari 2021 (debut Maret 2020) dan Indosat Ooredoo Hutchison menutup MPWR (baca: Empower) pada Oktober 2022 (dirilis Desember 2020). Saat ini, tertinggal satu operator digital untuk kalangan muda yakni by.U milik Telkomsel. #byu #telkomsel #xl #xlaxiata #liveon #internet #internetprovider #provider #digital

♬ In Love With You – BLVKSHP

“Kenapa para pemain besar ini bisa meletakkan data center [di Indonesia] untuk memberikan layanan cloud?” kata Semuel kepada Selular.

“Karena kalau kita bicara tentang data center, kita bicara tentang cloud, bicara tentang ketersediaan energi,” sambungnya.

Baca juga: Anak Usaha Indonet Rilis Data Center EDGE2, Terbesar di Jakarta

Soal energi, lanjut dia, kedepannya yang dibutuhkan adalah energi green.

Pasalnya, semua data center menuju ke operasional yang lebih berkelanjutan bagi lingkungan.

Indonesia masih punya banyak cadangan energi green.

Itu yang menjadi alasan RI jadi rebutan tempat membangun data center.

“Makanya mereka meletakkan data center di Indonesia. Bukan hanya untuk melayani Indonesia, tapi juga melayani kawasan,” tegasnya.

Baca juga: Jenis-jenis Penyimpanan Data yang Ada di Data Center

Dampak pertama yang dirasakan karena pembangunan data center ini jelas dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Data center yang ada di Indonesia pasti membutuhkan tenaga kerja lokal, karena akan mahal jika mereka ambil dari luar negeri.

“Nah ini yang kita lakukan juga di Kominfo, yakni melakukan pelatihan-pelatihan khususnya terkait cloud computing. Itu bisa diikuti di program Kominfo dan gratis. Namanya digital talent scholarship,” ujar Semuel.

“Itu ada pelatihan 3-6 bulan tergantung subjek yang diambil untuk menyiapkan SDM yang mumpuni untuk menangkap peluang-peluang lapangan pekerjaan yang baru ni.” pungkasnya.

Simak berita menarik lainnya dari Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU