Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

Pemerintah Blokir Total Aplikasi TikTok, Warga Ngamuk

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Pemerintah negara bagian Amerika Serikat (AS), Montana resmi blokir total aplikasi TikTok yang menimbulkan sejumlah respon.

Kebijakan itu berdasarkan keputusan dari Hakim Federal yang menilai TikTok membahayakan privasi pengguna dan keamanan nasional.

Montana menjadi wilayah AS pertama yang memberlakukan pemblokiran total terhadap TikTok.

Sebelumnya, raksasa media sosial China itu ‘hanya’ dilarang digunakan oleh seluruh pegawai pemerintahan di AS.

TONTON JUGA:

Aturan pemblokiran total TikTok di Montana berlaku mulai 1 Januari 2024 mendatang.

Warga setempat tak bisa lagi men-download aplikasi itu. Jika terlanjur punya, maka akan terhapus dari perangkat elektronik.

Baca juga: TikTok Shop Bakal Kembali ke Indonesia, Sejumlah Menteri Beri Reaksi

Uni Eropa, Kanada, dan beberapa negara sudah melakukan pelarangan TikTok seperti AS.

Rata-rata memiliki alasan serupa, yakni kekhawatiran TikTok melanggar privasi pengguna dan membahayakan keamanan nasional.

Studi dari Pew Research Center pada 2022 lalu mengatakan sepertiga remaja AS menggunakan TikTok setiap hari.

Sebanyak 16% mengatakan mereka berada di dalam platform tersebut secara konstan dan intens.

Hakim Distrik AS Donald Molloy menilai langkah Montana melarang TikTok secara penuh memiliki agenda tersembunyi.

Selain itu, Hakim Distrik menilai Montana melangangkahi otoritas pusat AS.

Baca juga: Guru Jadi Profesi yang Paling Banyak Gunakan Pinjol

“Meski kebijakan ini seakan melindungi konsumen, tetapi rekam jejak selama ini meninggalkan sedikit keraguan bahwa otoritas Montana lebih tertarik untuk menargetkan China ketimbang melindungi warga Montana,” kata Hakim Distrik AS Donald Molloy, melansir Yahoo Finance, Jumat (1/12/2023).

Hal tersebut disepakati juru bicara TikTok.

“Kami senang bahwa Hakim Distrik menolak hukum yang tak beralasan ini, sehingga ribuan pengguna di Montana bisa terus mengekspresikan diri mereka, mendapat penghasilan, dan menemukan komunitas di TikTok,” kata TikTok dalam keterangan resmi.

Pengacara yang berargumentasi untuk Montana, Austin Knudsen, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan bukti kuat yang mendasari pemblokiran total TikTok, layanan yang dimiliki raksasa China ByteDance.

Knudsen mengatakan tak masuk akal jika TikTok mengklaim Montana tak punya bukti soal keterkaitan layanan tersebut dengan pemerintah China.

Sekelompok kreator TikTok menanggapi aturan blokir ini dengan protes besar-besaran.

Menurut mereka, kebijakan Montana telah melanggar konstitusi di AS dan merusak mata pencarian mereka.

Baca juga: Komentar Kominfo Terkait Tokopedia dan TikTok: Yang Penting Untung

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU