Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

TikTok Shop Bakal Kembali ke Indonesia, Sejumlah Menteri Beri Reaksi

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – TikTok Shop bakal kembali beroperasi lagi di Indonesia dan membuat sejumlah menteri memberi reaksi.

Jika ingin masuk ke Indonesia, TikTok Shop sendiri harus menggandeng e-commerce lokal sebagai syaratnya.

Seperti Selular beritakan sebelumnya, TikTok sudah mendekati sejumlah e-commerce lokal.

Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) ikut berkomentar terkait isu kembalinya TikTok Shop.

TONTON JUGA:

Zulhas tidak mempermasalahkan kehadiran TikTok Shop selama mematuhi peraturan yang ada di Indonesia.

“Asal sesuai aturan boleh, kita tidak anti asing diatur yang penting ditata, agar bisa mendukung UMKM kita mengembangkan pasarnya bahkan hingga internasional ekspor,” kata Zulhas di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Baca juga: Tak Hanya GoTo, TikTok Shop Juga Jajaki Merger ke Bukalapak

Namun, kata Zulhas, sampai dengan saat ini dirinya belum mendapat surat resmi berkaitan dengan masuknya kembali TikTok Shop ke Indonesia.

“Saya belum dapat suratnya dan belum dapat pemberitahuan,” jelasnya.

Hanya saja, tegas Zulhas, apabila TikTok Shop benar-benar kembali ke Indonesia, maka harus mampu mendukung Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal.

Bukan malah mematikan UMKM lokal.

Baca juga: Guru Jadi Profesi yang Paling Banyak Gunakan Pinjol

“Kalau itu gapapakan sama-sama menguntungkan yang selama inikan barang dari luar (masuk ke RI) UMKM kita mati. Yang harus kita balik UMKM kita masuk platform digital bisa diakses seluruh masyarakat Indonesia dan luar negeri,” ujar Zulhas.

Reaksi Menteri Koperasi dan UKM

LIHAT JUGA:

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki juga mengatakan sudah mendapat kabar bahwa TikTok bakal menggandeng e-commerce dalam negeri untuk beroperasi di Indonesia.

“Itu sih tidak masalah. Apakah menggandeng Tokopedia atau Bukalapak, saya tidak tahu yang mana,” ujar Teten Masduki.

“Karena dua-duanya sudah IPO, mereka kan membeli saham di pasar modal, jadi pemerintah tidak perlu ikut campur di sini karena itu perusahaan publik,” lanjutnya.

Ia melanjutkan bahwa pihaknya baru bertemu dengan Tokopedia.

Teten Masduki menegaskan bahwa kepentingan pemerintah jangan sampai ada lagi praktik predatory pricing karena itu akan memukul UMKM.

Platform digital luar seperti Tiktok juga harus hormat pada pengembangan ekonomi nasional.

Termasuk pemerintah juga ingin digital ekonomi juga mulai menerapkan bisnis model yang sustain, yang berkelanjutan.

Baca juga: Revisi UU ITE Bisa Pidanakan Perusahaan Pinjol hingga Debt Collector

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU