Rabu, 17 Juli 2024
Selular.ID -

Vonis Mantan Dirut BAKTI Lebih Berat dari Eks Menkominfo di Kasus Korupsi BTS 4G

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Hukuman Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Achmad Latif lebih berat dari pada eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

Pasalnya vonis untuk Direktur Utama BAKTI Kominfo, Anang Latif yakni 18 tahun penjara pada kasus korupsi pembangunan pemancar BTS 4G Kominfo.

Hakim Ketua Fahzal Hendri menyampaikan Anang terbukti secara sah telah melakukan korupsi sebagaimana dakwaan primer Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan dakwaan kedua primer Pasal 3 UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Tindak pidana korupsi dan TPPU ini terkait proyek penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung 1, 2, 3, 4, dan 5.

TONTON JUGA:

“Menjatuhkan pidana penjara selama 18 tahun dan denda satu miliar rupiah,” ujar Fahzal di persidangan PN Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2023).

Lebih lanjut, jika Anang tidak mampu membayar denda Rp1 miliar maka bakal diganti dengan hukum pidana atau subsider enam bulan.

Majelis Hakim juga membebankan Anang dengan diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp5 miliar yang diambil dari uang yang telah diberokan ke Kejaksaan.

“Sisanya Rp1 miliar dikembalikan kepada terdakwa,” tambahnya.

Sementara itu, eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate akhirnya mendapatkan vonis 15 tahun penjara.

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 15 tahun penjara terhadap mantan Menkominfo, Johnny G Plate.

Hakim menilai eks Menkominfo itu terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi proyek penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung 1, 2, 3, 4, dan 5.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Johnny G Plate dengan pidana penjara selama 15 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Majelis hakim menilai, Johnny terbukti melanggar Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan apabila tidak dapat membayar akan diganti dengan kurungan selama 6 bulan.

Baca juga: Mantan Menkominfo Johnny Plate Dianggap Pengecut dan Minta Maaf ke Jokowi

Johnny Plate juga dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp15,5 miliar.

Jika tidak dapat mengganti dalam satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang.

“Jika harta bendanya tidak mencukupi untuk menutupi uang pengganti tersebut, maka dipidana dengan pidana penjara selama 2 tahun,” ujar majelis hakim.

Terdakwa Lainnya

Selain eks Menkominfo itu dan eks Dirut BAKTI, eks tenaga ahli Human Development (Hudev) Universitas Indonesia (UI) Yohan Suryanto juga menjadi tersakwa dalam kasus ini.

Dalam perkara ini, Johnny, Anang Achmad Latif, dan Yohan Suryanto dinilai terbukti melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri, orang lain, atau korporasi yang merugikan negara Rp8,032 triliun.

Baca juga: Pinjol Meningkat 71 Persen, Pada Juni 2023, Pinjaman Untuk Pemuda Capai Rp2,3 Juta

Berdasarkan surat tuntutan, Johnny Plate dituntut 15 tahun penjara dan pidana pengganti Rp17,8 miliar.

Kemudian, Anang Achmad Latif dituntut 18 tahun penjara dengan denda Rp1 miliar dan uang pengganti Rp5 miliar.

Sementara, Yohan Suryanto dituntut enam tahun pejara dengan denda Rp250 juta dan uang pengganti Rp399 juta.

Selain tiga terdakwa ini, ada juga tiga petinggi korporasi yang terjerat kasus dugaan korupsi BTS 4G ini.

Mereka adalah mantan Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan, eks Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia Galubang Menak, dan eks Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment Mukti Ali.

Irwan Hermawan dituntut enam tahun penjara dengan denda Rp250 juta dan uang pengganti Rp7 miliar, Galumbang Menak dituntut 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar serta Mukti Ali dituntut enam tahun dan denda Rp500 juta.

Baca juga: Kominfo Blokir 575.042 Rekening yang Digunakan Untuk Kejahatan dan Tipu-tipu

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU