Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

Hacker Bobol 204 Juta Data DPT Pemilu 2024 Milik KPU, Kominfo Beri Penjelasan

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Total 204 juta data daftar pemilih tetap Pemilu 2024 milik Komisi Pemilihan Umum atau KPU bocor.

Oknum hacker diduga yang membocorkan data pemilih untuk Pemilu 2024 yang KPU pegang tersebut.

Menurut keterangan resmi CISSREC, sebanyak 204 juta data DPT bocor dalam insiden tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada KPU, Selasa (28/11/2023) kemarin.

TONTON JUGA:

Hal ini sesuai dengan amanat PP 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE).

“Secara bersamaan, kami juga melakukan pengumpulan data dan informasi yang diperlukan untuk mendukung upaya penanganan dugaan kebocoran data tersebut,” tertulis dalam keterangan resmi yang Selular terima, Rabu (29/11/2023).

Baca juga: Gandeng BSSN dan KPU, Kominfo Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pemilu 2024

Dalam pemrosesan data pribadi, pemegang dan pengelola data wajib menjaga keamanan data pribadi, sehingga tidak bisa diakses secara tidak sah oleh oknum lain.

Hal ini diatur dalam Pasal 39 Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP).

“Kementerian Kominfo juga mengingatkan kembali larangan bagi setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik dengan cara apa pun dengan tujuan untuk memperoleh Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik,” tertulis dalam keterangan resmi.

Hal tersebut diatur dalam Pasal 30 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Lebih lanjut, dalam UU ITE juga tertera bahwa setiap orang dilarang secara melawan hukum mengungkapkan Data Pribadi yang bukan miliknya sebagaimana diatur dalam Pasal 65 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Kominfo mengimbau agar seluruh penyedia platform atau Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang berada di lingkup publik maupun privat untuk meningkatkan keamanan siber dan perlindungan data pribadi pengguna.

Gandeng BSSN

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selidiki dan cek dugaan kebocoran data Pemilu 2024.

Untuk cek kebocoran data Pemilu 2024 ini, Kominfo berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait temuan dugaan kebocoran data Pemilu 2024.

Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Usman Kansong di Jakarta, Rabu (29/11/2023), mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan terkini terkait informasi dugaan kebocoran data di situs KPU RI.

“Kami masih telusuri dan koordinasikan bersama BSSN dan KPU,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menjelaskan tim teknis dari KPU sedang berkoordinasi dengan BSSN dan Tim Siber Mabes Polri untuk melihat sejauh apa kebocoran data yang diduga terjadi sejak Selasa (28/11/2023).

Baca juga: Menkominfo Take Down Hampir 300 Konten Hoaks Pemilu 2024

“Tim di dalam yang menangani IT (teknologi informasi) KPU ada tim dari Siber Mabes Polri,” kata Hasyim di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

“Nanti, kalau sudah ada perkembangan, sudah jelas, maka tentu ada tindakan-tindakan lanjutan; tetapi yang paling penting sekarang sedang diperiksa, sedang dicek,” sambungnya.

Dia menjelaskan, bahwa awalnya tim KPU baru mengetahui informasi terkait kebocoran data tersebut melalui berita di media massa.

Hasyim mengatakan ada pihak yang menyampaikan ke publik terkait sistem informasi KPU, terutama data pemilih, dikabarkan diretas dan datanya diambil lalu dijual.

Namun, hingga saat ini, data pemilih Pemilu 2024 masih bisa diakses dan dicek di situs dptonline.kpu.go.id lewat nomor induk kependudukan (KTP).

“Intinya, informasi itu masih bisa diakses sampai sekarang,” ungkap Hasyim.

Baca juga: Guru Jadi Profesi yang Paling Banyak Gunakan Pinjol

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol Adi Vivid A Bachtiar mengatakan pihaknya menemukan dugaan kebocoran data pemilih dalam situs kpu.go.id lewat patroli siber yang dilakukan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber).

Hal itu terkait munculnya peretas anonim bernama “Jimbo” yang mengklaim telah meretas situs KPU dan mengakses data pemilih dari situs tersebut.

Akun tersebut membagikan 500 ribu data contoh dalam satu unggahan di situs BreachForums.

Situs tersebut biasanya digunakan untuk menjual data-data hasil peretasan.

Jimbo juga memverifikasi kebenaran data dengan beberapa tangkapan layar dari situs cekdptonline.kpu.go.id.

Baca juga: Revisi UU ITE Bisa Pidanakan Perusahaan Pinjol hingga Debt Collector

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU