Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

ATSI : Jangan Sampai Internet Satelit Asing Ini Seperti OTT di Indonesia

BACA JUGA

Selular.ID – Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) berharap kehadiran penyelenggara internet satelit (Starlink) di Indonesia nantinya jangan seperti layanan Over The Top (OTT).

Masih seputar internet satelit, Starlink yang bakal hadir di Indonesia tahun depan, sekiranya banyak kebijakan atau regulasi yang harus di tanggulangi oleh pemerintah dan jasa penyelenggara komunikasi agar Starlink ini masih bisa terkontrol.

Layanan internet satelit, memang sangat bagus untuk menjangkau daerah terdalam Indonesia, 3T ataupun blank spot.

Tapi kehadirannya bisa menjadi pisau bermata dua, bisa menjadi solusi bisa juga menjadi pembunuh para pemain penyelenggara telekomunikasi nasional.

Bukan hanya itu ketakutannya, yang lebih parahnya lagi apabila Starlink diberikan karpet merah, atau dapat dikatakan masuk dengan seenaknya di tanah air tanpa mengikuti regulasi ini akan membayakan seluruh pihak termasuk masyarakat.

Contoh saja, sejauh ini pemerintah dan penyelenggara telekomunikasi nasional belum mengetahui dengan apa mereka hadir ke Indonesia.

Dari sisi IP address misalnya, jikalau mereka pakai alamat IP bukan di Indonesia akan bahaya. Karena lagi-lagi yang kena imbasnya pemerintah dan penyelenggara komunikasi, nantinya tidak bisa melacak arus komunikasi yang telah dilakukan oleh pengguna penyedia layanan internet satelit (dikatakan kali ini Starlink).

Marwan O. Baasir, selaku Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menilai memang harus disambut baik tapi harus di mapping.

“Kita menyambut dengan tangan terbuka, namun juga berada di mapping tata niaga, jadi perlu di garis bawahi perlu di letakkan di tata niaga yang tepat.”

Marwan juga menilai, mumpung masih belum masuk dan belum terlambat internet satelit ini masuk ke Indonesia, jangan sampai kejadian seperti layanan Over The Top (OTT).

“Jangan hal yang sama kita mengulangi kesalahan mumpung baru masuk, kalau udah kaya OTT kan sekarang susah. Walaupun itu harus kita benahi juga.” Tutupnya.

Karena layanan Over The Top (OTT) ini masuk dan dikonsumsi seluruh masyarakat Indonesia dengan mudah.

Namun, alasan pertumbuhan ekonomi berubah yang menjadi dasar Kominfo bakal mengkaji usulan tarif OTT bagi pemain teknologi besar seperti Google, Facebook, Whatsapp dan lain sebagai.

Baca juga : Sambut Starlink Dengan Tangan Terbuka Tapi Jangan Sampai Mengancam

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU