Kamis, 23 Mei 2024
Selular.ID -

Larangan Terhadap TikTok Shop Untungkan Shopee dan Tokopedia

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Jakarta, Selular.ID – TikTok resmi menghentikan operasi ritel daringnya di Indonesia mulai Rabu (4/10) untuk mematuhi pembatasan perdagangan sosial, sebuah kemunduran besar bagi startup milik Tiongkok di salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat.

Perusahaan akan berhenti memfasilitasi transaksi e-commerce di TikTok Shop Indonesia mulai pukul 17.00 WIB, waktu Jakarta, kata TikTok dalam pernyataan Selasa.

Perusahaan yang berbasis di Beijing itu, mengatakan bahwa prioritasnya adalah untuk tetap mematuhi hukum dan peraturan dan akan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk langkah selanjutnya.

Pekan lalu, Indonesia mengumumkan peraturan besar-besaran yang akan memaksa TikTok milik ByteDance Ltd. untuk memisahkan fitur belanjanya dari layanan pengguliran video yang populer di negara ini.

Sebuah pemisahan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dapat menghambat daya dorong e-commerce TikTok ketika ia mulai mendapatkan daya tarik terhadap dua pesaing terdekat, Sea, Ltd (Shopee) dan Grup GoTo (Tokopedia).

Aturan tersebut – yang melarang perusahaan perdagangan sosial menangani pembayaran langsung untuk pembelian online – merupakan bagian dari peraturan perdagangan baru yang diperketat yang bertujuan untuk memastikan layanan e-commerce lokal, seperti Tokopedia milik GoTo, tidak akan tersingkir.

Baca Juga: Masalah TikTok, Jokowi: Sosial Media Bukan Ekonomi Media

Indonesia juga berupaya menjaga 64,2 juta usaha mikro, kecil dan menengah yang menyumbang 61% dari produk domestik bruto agar tidak dirugikan oleh perusahaan perdagangan sosial.

“Kita perlu berhati-hati dengan e-commerce,” kata Presiden Joko Widodo pada acara pemerintah, Selasa (3/10). “Kalau ada peraturannya bisa bagus, tapi kalau tidak ada peraturannya bisa jadi buruk.”

Indonesia adalah pasar pertama dan terbesar untuk TikTok Shop, dan belanja online telah menjadi fitur aplikasi media sosial dengan pertumbuhan tercepat dengan basis penggemar yang terus berkembang di negara ini.

TikTok memulai fitur belanja di Indonesia pada 2021 dan kesuksesan instannya telah mendorongnya untuk berekspansi ke ritel online di pasar lain, termasuk Amerika Serikat.

Dengan aturan baru ini, Indonesia menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang melakukan perlawanan terhadap TikTok.

Mengatasi konflik dengan Indonesia akan menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan ini karena pemerintah di seluruh dunia menilai bagaimana negara terbesar di Asia Tenggara ini bergerak untuk mengekang kehadiran e-commerce raksasa media sosial ini, hanya beberapa bulan setelah perusahaan tersebut mengatakan akan menginvestasikan miliaran dolar ke wilayah tersebut.

Setahun terakhir, TikTok sudah menghadapi kemungkinan larangan dan pengawasan di negara-negara seperti AS, Eropa, dan India karena masalah keamanan nasional.

Namun, keputusan pelarangan terhadap unit bisnis TikTok yang ditempuh oleh Indonesia merupakan preseden. Bukan tidak mungkin kebijakan serupa bakal ditiru negara lain, dengan alasan serupa, yaitu melindungi keberadaan UKMK lokal.

Baca Juga: TikTok Kecewa Aturan Larangan Social Commerce di Indonesia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU