Minggu, 23 Juni 2024
Selular.ID -

Sektor UMKM Indonesia Bisa Raup Triliunan Rupiah Jika Gunakan Cloud

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa naik kelas jika memanfaatkan cloud serta teknologi berbasis cloud lainnya.

Bahkan menurut Amazon Web Services (AWS) memproyeksikan akan ada peningkatan pendapatan jika UMKM memanfaatkan Cloud.

AWS menyebut UMKM akan menghasilkan hingga Rp79,6 triliun setiap tahunnya dari peningkatan produktivitas pada 2030.

Dampak lainnya adalah 17,6 juta lapangan pekerjaan di bidang pelayanan kesehatan, pendidikan, dan agrikultur, atau setara dengan 12% dari total lapangan pekerjaan di Indonesia.

TONTON JUGA:

Hal tersebut AWS sebutkan dalam laporan berjudul “Realising a Cloud-enabled Economy: How Cloud Drives Economic and Societal Impact Through Micro, Small, And Medium-Sized Businesses”.

AWS menjabarkan potensi manfaat dari migrasi cloud terhadap UMKM yang tengah menjawab berbagai isu kemasyarakatan.

Baca juga: Cloudera Kolaborasi Dengan AWS, Ini Tujuannya

Dalam laporan ini, yang didefinisikan sebagai UMKM adalah bisnis yang memiliki hingga 250 karyawan.

Diselenggarakan oleh penyedia layanan profesional global terkemuka, Accenture, laporan ini memproyeksikan bagaimana dampak dari perekonomian diberdayakan cloud pada 2030 nanti.

Memakai definisi dari Organisation for Economic Cooperation and Development’s (OECD) tentang tingkat penggunaan cloud, perekonomian diberdayakan cloud tercipta ketika 90% dari total pelaku usaha setidaknya memanfaatkan teknologi cloud dalam bentuknya yang paling sederhana.

Salah satu temuan dari laporan ini adalah adopsi cloud secara sederhana oleh pelaku usaha Indonesia, antara lain layanan email berbasis web atau penyimpanan berbasis cloud, masih berada di angka 29%.

Perbandingan dengan anggota OECD lainnya yang tergolong negara maju mengindikasikan bahwa adopsi teknologi cloud di tingkat menengah, seperti tools untuk customer relationship management (CRM) maupun enterprise resource planning (ERP), atau bahkan penerapan cloud tingkat lanjut seperti kecerdasan artifisial (AI) generative dan machine learning, diperkirakan jauh lebih rendah.

Dengan kata lain, peluangnya masih terbuka lebar bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan serta memajukan adopsi cloud demi mewujudkan potensi sepenuhnya.

Baca juga: Pinjol Meningkat 71 Persen, Pada Juni 2023, Pinjaman Untuk Pemuda Capai Rp2,3 Juta

Laporan ini mencakup 12 negara, termasuk Indonesia, dan menggunakan gabungan metode pengukuran pasar, survei kuantitatif, serta data yang tersedia untuk umum dari OECD, World Bank, dan the Conference Board Total Economy Database.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) Republik Indonesia, Teten Masduki menyebutkan Kemenkop UKM menyambut baik riset dari Amazon Web Services.

“Laporan ini menggambarkan secara jelas apa saja peluang bagi UMKM yang memanfaatkan teknologi cloud dan kecerdasan artifisial untuk menciptakan dampak ekonomi serta sosial secara luas,” sebut Teten.

“Kami di Kemenkop UKM memiliki komitmen yang mendalam untuk mendukung dan mempercepat transformasi digital di kalangan UMKM, startup, serta wiraswasta dari berbagai industri guna menjawab permasalahan-permasalahan sosial dan mewujudkan perekonomian digital. Selama beberapa tahun terakhir.”

“Kami telah memberdayakan dan mendigitalisasi lebih dari 22 juta UMKM di Indonesia, serta menargetkan angka 30 juta UMKM pada 2024 melalui berbagai program maupun kolaborasi,” tandasnya.

Baca juga: Upaya Gaet UMKM Lebih Luas, JumpStart Bangun Platform Ritel Cerdas

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Realme GT 6 Ada Versi Murahnya!