Minggu, 23 Juni 2024
Selular.ID -

Dana Ajak Pengguna Tingkatkan Kewaspadaan dan Pengamanan dari Kejahatan Siber

BACA JUGA

Selular.ID – Perkembangan transaksi digital yang pesat diikuti juga dengan semakin tingginya jumlah kejahatan siber di Indonesia.

Catatan statistik dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan bahwa serangan siber di Indonesia mencapai angka 27 juta kasus per April lalu..

Guna mencegah kejahatan siber dari dampak yang merugikan para pengguna, Dana bermaksud membagikan beberapa modus kejahatan yang perlu diwaspadai oleh pengguna dalam menggunakan platform digital:

Norman Sasono, Chief Technology Officer DANA Indonesia, menjelaskan kejahatan siber perlu menjadi kewaspadaan dan kepedulian bersama. Di samping mengetahui jenis-jenis modus kejahatan siber terkini.

Norman menyebutkan, terus mengimbau pengguna untuk mengganti PIN secara berkala, tidak menggunakan PIN dengan kombinasi yang mudah ditebak (misalnya tanggal lahir) dan selalu menjaga kerahasiaan data pribadi.

“Tentunya, Dana akan selalu memprioritaskan penggunaan teknologi yang mumpuni pada sistemnya agar pengguna memiliki pengalaman bertransaksi digital yang tidak hanya mudah dan praktis, namun juga nyaman karena pengguna mendapatkan proteksi keamanan melalui fitur-fitur yang dikembangkannya,” tandas Norman.
.
Guna mencegah kejahatan siber dari dampak yang merugikan para pengguna, Dana bermaksud membagikan beberapa modus kejahatan yang perlu diwaspadai oleh pengguna dalam menggunakan platform digital:

Baca Juga: UMKM Tumbuh Namun Ancaman Siber Menghantui

Rekayasa Sosial Mengatasnamakan Customer Care 

Rekayasa sosial atau dikenal dengan social engineering, merupakan bentuk kejahatan siber yang menyamarkan seolah-seolah mengatasnamakan platform digital resmi dengan tujuan untuk mendapatkan akses ke platform digital dengan cara menipu calon korban.

Untuk membagikan informasi rahasia yang hanya diketahui oleh calon korban untuk dapat mengakses platform digital, seperti informasi PIN dan Kode OTP (One Time Password) yang hanya dikirimkan ke handset calon korban.

Untuk itu, Dana menghimbau kepada seluruh pengguna untuk melaporkan apabila terdapat kendala yang ditemui saat menggunakan aplikasi Dana melalui Customer Care resmi yang tersambung dalam beberapa layanan yang mudah dijangkau.

Phishing dengan Tautan Aplikasi hingga Dana Kaget Palsu

Mendapatkan hadiah gratis tentu merupakan hal yang diinginkan banyak orang.

Salah satu teknik kejahatan yang dilakukan saat ini adalah dengan melakukan penipuan berbalut hadiah menarik.

Situs ini ditujukan untuk mengambil informasi rahasia dari pengguna seperti PIN atau informasi lainnya atau menjerumuskan pengguna untuk memasang kode jahat di dalam ponsel. Tanpa disadari, kode jahat ini mengirimkan seluruh informasi kepada si penjahat terhadap apa saja yang diketik atau dapat dibaca pengguna, termasuk informasi rahasia tersebut (PIN dan/atau OTP).

Tentunya, kode jahat ini bisa terpasang apabila pengguna selalu menekan tombol ‘OK’ pada ponsel, tanpa membaca jenis akses yang diberikan kepada si penjahat.

Untuk menghindari penipuan dengan modus ini, Dana mengajak pengguna untuk tidak sembarangan mengetuk tautan yang mencurigakan dan sesering mungkin untuk memeriksa pengaturan keamanan di ponsel masing-masing.

Tautan Palsu Untuk Memulihkan Akun yang Dibekukan

Teknik penipuan lain yang banyak dijumpai saat ini adalah menawarkan pemulihan akun yang tiba-tiba dibekukan secara sepihak. Dalam menghadapi modus ini, pengguna bisa melaporkan secara langsung kendala terblokirya akun ke Asisten Digital DIiana di aplikasi Dana, melalui nomor resmi Dana.

Pembuatan Kartu Fisik Dana

Modus yang tengah marak lainnya adalah ajakan pembuatan kartu fisik Dana. Informasi yang beredar mengenai munculnya kartu ATM Dana disertai dengan beberapa tahapan yang perlu dilakukan oleh pengguna, adalah jenis informasi yang tidak benar.

Dana tidak pernah mengeluarkan kartu fisik dan tidak membenarkan proses tertentu untuk mencetak kartu fisik.

Baca Juga:Hindari Modus Penipuan, Berikut Tips Aman Bertransaksi Digital

Dana hanya tersedia dalam bentuk aplikasi yang dapat diunduh melalui App Store dan Google Play.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU