Sabtu, 18 Mei 2024
Selular.ID -

Inggris Buat Undang-undang Khusus Kripto, Tak Mau Seperti Amerika Serikat

BACA JUGA

Selular.ID – Ingin jadi negara ramah kripto, Inggris buat Undang-undang khusus kripto.

Undang-undang khusus kripto ini bertujuan mengatur industri cryptocurrency dalam 12 bulan ke depan.

Seorang anggota parlemen Inggris yang mengungkapkan rencana tersebut

Pemerintah Inggris menyusun rencana pada Februari untuk mengatur aset kripto dan membuka sarannya untuk konsultasi.

TONTON JUGA:

Periode konsultasi akan berakhir pada akhir bulan ini atau tanggal 30 April 2023.

Sekretaris ekonomi untuk Departemen Keuangan Inggris, Andrew Griffith juga mengatakan hal tersebut dalam sebuah wawancara, Senin (17/4/2023).

Baca juga: Taktik Pemerintah Atur Perdagangan Untuk Investor Kripto

Andrew Griffith mengatakan peraturan kripto tertentu dapat mulai berlaku dalam waktu satu tahun atau lebih.

“Kami memiliki kendali atas buku peraturan kami, bukan sesuatu yang Inggris miliki selama beberapa dekade,” kata Griffith, mengacu pada keluarnya Inggris dari Uni Eropa, Rabu (18/4/2023).

Yurisdiksi di seluruh dunia dari Dubai hingga Singapura telah mencoba memposisikan diri mereka sebagai tempat ramah kripto.

Hal ini tentu saja untuk mendorong perusahaan mendirikan toko di sana.

Sementara itu AS telah mengambil tindakan keras terhadap perusahaan cryptocurrency dengan regulatornya meningkatkan tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan.

Inggris, bagaimanapun, ingin memposisikan dirinya sebagai tempat bagi perusahaan kripto untuk datang.

Tahun lalu, Rishi Sunak, yang saat itu menjadi menteri keuangan Inggris dan sekarang menjadi perdana menteri juga berbicara tentang kripto.

Dia mengatakan ambisinya adalah menjadikan Inggris sebagai “pusat global untuk teknologi aset kripto”.

Anggota parlemen menunjuk ke RUU Pasar dan Jasa Keuangan, yang saat ini sedang berjalan melalui Parlemen.

Sebagai contoh di mana undang-undang yang akan datang sudah mencakup beberapa ketentuan tentang cryptocurrency.

Undang-undang khusus itu, yang belum berlaku, bertujuan untuk memasukkan stablecoin yang mendapat dukungan aset ke dalam peraturan.

Baca juga: Telah Terjadi 40% Peningkatan Terkait Phishing Pada Aset Kripto

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU