Sabtu, 22 Juni 2024
Selular.ID -

Faktor Pendorong Bitcoin Tembus $30.000, Kebijakan Sejumlah Negara Terhadap Dolar

BACA JUGA

Selular.ID – Simak faktor pendorong yang membuat Bitcoin menembus level $30.000 per koin.

Seperti kita ketahui, Bitcoin menembus level psikologis $30.000 untuk pertama kalinya sejak 10 Juni 2022

Aset kripto ini melanjutkan reli sejak awal 2023 dan telah mengalami kenaikan lebih dari 80%.

Beberapa sentimen positif mendorong harga tertingginya di tahun 2023.

TONTON JUGA:

Misalnya tindakan beberapa negara yang telah mempertimbangkan alternatif pengganti penggunaan mata uang US Dollar.

Selain itu, faktor lainnya yakni menjelang data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat bulan Maret yang rilis hari Rabu (12/4/2023) ini.

Baca juga: Harga Bitcoin Tembus $30.000 Untuk Pertama Kalinya Dalam 10 Bulan

Pasar aset kripto mulai bergerak naik pada Januari 2023 setelah melihat data tingkat inflasi Amerika Serikat yang mulai turun sejak akhir tahun 2022.

Melandainya inflasi ini memberikan harapan adanya kebijakan pelonggaran kebijakan moneter oleh The Federal Reserve di tahun 2023.

Bitcoin kembali mendapatkan momentum pada akhir Maret menyusul krisis kesulitan likuiditas yang menerpa Silicon Valley Bank dan Signature Bank di Amerika Serikat.

Hal tersebut membuat investor mengalihkan aset mereka ke jenis aset lain seperti Bitcoin.

Baca juga: Nasib Saham GOTO Usai Tertekan Sentimen SoftBank Lepas Saham Emiten Ini

Uang Pengganti Dollar AS

Baru-baru ini, beberapa negara yang tergabung dalam BRICS juga tengah mempertimbangkan alternatif pengganti mata uang US Dollar sebagai alat transaksi.

Negara anggota BRICS yakni Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Rencana lebih lanjut tentang pembentukan mata uang ini akan mereka bicarakan lebih detail pada KTT BRICS Agustus 2023 mendatang.

Dengan langkah aliansi BRICS yang akan meninggalkan US Dollar akan mempengaruhi posisi US Dollar di pasar internasional.

Misalnya, seperti penurunan permintaan dan nilai US Dollar dalam perdagangan internasional.

Saat ini, kelima negara BRICS menyumbang 31,5% PDB dunia, atau hampir sepertiga dari total GDP.

Angka tersebut juga lebih tinggi negara G7 yang menyumbang 30,7% dari total PDB dunia.

“Penurunan nilai US dollar akan berdampak pada harga aset kripto, terutama Bitcoin yang memiliki korelasi yang cukup kuat,” kata Financial Expert Ajaib Kripto Panji Yudha.

“Ketika US Dollar menguat, maka harga Bitcoin relatif turun dan ketika nilai mata uang US Dollar menurun, maka harga Bitcoin cenderung menguat,” lanjutnya.

Panji menganalisis setelah tembus US$30.000 maka harga terdekat resistance Bitcoin di target harga US$30.700 untuk satu hari ke depan Kamis (12/4/2023).

Sementara dalam satu minggu ke depan hingga Minggu (16/4/2023), Bitcoin kemungkinan akan menguji harga di kisaran US$32.500 untuk melanjutkan momentum bullish.

“Sesuaikan gaya investasi dengan profil risiko masing-masing dengan menerapkan strategi untuk meminimalisir kerugian saat berinvestasi,” kata Panji.

Baca juga: Telah Terjadi 40% Peningkatan Terkait Phishing Pada Aset Kripto

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Realme GT 6 Ada Versi Murahnya!