Kamis, 18 Juli 2024
Selular.ID -

Ternyata Orang Jakarta Doyan Pinjol, Ini Buktinya

BACA JUGA

Selular.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan statistik jumlah penyaluran fintech lending atau lebih dikenal dengan pinjaman online (pinjol) di Tanah Air.

Berdasarkan data yang dikutip dari berbagai sumber, pada Desember 2022 provinsi DKI Jakarta turun mendominasi penyaluran pinjaman tersebut.

Saat ini pinjol memang menjadi salah satu ‘jalan pintas’ bagi sebagian orang yang ingin mengajukan pinjaman.

Tidak seperti layanan pinjaman konvensional yang ditawarkan bank atau koperasi, berbagai fintech menawarkan produk pinjol yang dapat diajukan dengan sangat mudah dan tanpa persyaratan yang rumit.

Baca juga: OJK Keluarkan Aturan Untuk Layanan Pialang Asuransi Digital

Jika melihat data secara detail, jumlah penyaluran pinjol di DKI Jakarta mampu mencapai Rp 5,02 triliun. Artinya, sebesar 25,71% penyaluran pinjol RI ditujukan kepada peminjam di DKI Jakarta.

Selain Jakarta, statistik menunjukan bahwa Jawa Barat menduduki posisi kedua dengan provinsi dengan jumlah penyaluran pinjol terbanyak dengan mencapai Rp 4,07 triliun.

Alhasil, penyaluran pinjol dari provinsi tersebut sebesar 24,23% dari total penyaluran pinjaman nasional.

Di posisi ketiga ditempati oleh Jawa Timur dengan jumlah mencapai Rp2,5 triliun, sementara Banten, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara menempati posisi selanjutnya dengan jumlahnya masing-masing mencapai Rp2,5 triliun, Rp1,7 triliun, dan 1,4 triliun.

Dan menariknya, daerah yang berada di Timur Indonesia proporsi pinjolnya masih kecil jika dibandingkan dengan wilayah Jakarta dan Jawa.

Oleh karena itu, data ini diharapkan menjadi perhatian bagi pemerintah daerah agar terus melakukan pengawasan serta sosialisasi akan risiko melakukan pinjol.

Baca juga: Tidak Usah Takut Dikejar Debt Collector Karena Terlilit Utang Pinjol Ilegal, Kominfo: Bisa Kami Tutup!

Sudah menjadi rahasia umum jika kamu harus membayar denda keterlambatan saat tidak mampu melunasi cicilan pinjaman online tepat waktu.

Dengan sengaja tidak melunasi pinjaman online, beban denda ini akan terus berlangsung dan secara akumulatif membuat utang akan semakin menumpuk. Ini berisiko merembet ke banyak hal.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU