Bitcoin Alami Reli Terpanjang Sejak Tahun 2020, Harga Sudah Hampir $19 Ribu Per Koin

Bitcoin alami reli terpanjang sejak 2020.
Bitcoin alami reli terpanjang sejak 2020.

Selular.ID – Bitcoin telah mengalami reli terpanjang sejak tahun 2020 bertepatan dengan angka inflasi AS terbaru yang menunjukkan penurunan.

Hal ini membuat investor kripto senang menyambut market di awal tahun 2023.

Menurut data CoinMarketCap, nilai Bitcoin (BTC) pada Jumat (13/1/2023) pukul 08.00 WIB terpantau mencapai di US$ 18.816, naik 3,57 persen dalam 24 jam terakhir.

Sementara, Ethereum (ETH) juga meningkat tipis 0,36 persen di harga US$ 1.408.

TONTON JUGA:

Melihat pergerakan Bitcoin yang menguat bersama Ethereum dan kripto lainnya, membuat investor optimis di tengah tanda-tanda ekonomi makro yang positif.

Dengan desas-desus tentang perlambatan inflasi, dan potensi The Fed memperlambat kenaikan suku bunga, BTC telah mengalami kenaikan beruntun selama delapan hari.

Baca juga: Kenaikan Harga Bitcoin Terjadi Dalam Sepekan Ini, Awas Ujian Bakal Datang

Reli Bitcoin

Ada banyak optimisme yang muncul saat data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) yang Amerika Serikat umumkan.

Data inflasi AS di bulan Desember yang pemerintah negeri Paman Sam umumkan, Kamis (12/1/2023) malam menunjukkan penurunan.

Inflasi AS yang mencapai 7,1 pada bulan November mengalami penurunan menjadi 6,5 persen pada bulan Desember.

Laju inflasi yang lebih lambat kemungkinan akan membuka jalan bagi Federal Reserve untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga.

Dari 50 basis poin per pertemuan menjadi 25 basis poin per pertemuan (dan 75 sebelumnya).

Faktor pendorong itu yang membuat Bitcoin telah mengalami reli terpanjang sejak era pandemi tahun 2020 bersama dengan kenaikan beberapa kripto top lainnya di pasar.

Selain itu, tampaknya perspektif positif lebih nyata daripada harapan.

Inflasi AS Melemah

Baca juga: Banyak Rintangan Adopsi Kripto Diyakini Tumbuh Pesat Tahun Ini