Jumat, 24 Mei 2024
Selular.ID -

Tokopedia Hijau Ajak Masyarakat Dukung Produk Ramah Lingkungan

BACA JUGA

Selular.ID – Turut menciptakan ekosistem bisnis berkelanjutan, Tokopedia meluncurkan gerakan Tokopedia Hijau.

Hadir pada acara konferensi pers peluncuran Gerakan Tokopedia Hijau di Auditorium Tokopedia Jakarta, Ali Alkatiri selaku Asisten Deputi Pengembangan dan Kawasan Rantai Pasokan, Kementerian Koperasi dan UKM RI, mengapresiasi gerakan Tokopedia Hijau yang bertujuan mewujudkan ekosistem lokapasar yang lebih efisien dan minim limbah.

Menurutnya, hal ini senada dengan program prioritas Kemenkop UKM dalam mendukung pengembangan UMKM ramah lingkungan.

“Berdasarkan hasil riset Kemenkop UKM bersama United Nations Development Programme (UNDP) di 2021, dari 3.000 pelaku UMKM, 95%nya menunjukan minat terhadap praktik usaha ramah lingkungan,” kata Ali.

Baca Juga: Oppo Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan untuk Memperingati Hari Bumi

Public Affairs Senior Lead Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan menjelaskan, ada sekitar 12 juta penjual di Tokopedia yang hampir 100% UMKM.

“Tokopedia Hijau mengajak sebanyak-banyaknya penjual menerapkan prinsip ramah lingkungan demi bersama membangun bisnis berkelanjutan dan dapat berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan hidup, lewat berbagai program, seperti Program Edukasi dan Inkubasi Seller Hijau.”

Tokopedia Hijau Ajak Masyarakat Dukung Produk Ramah Lingkungan
Para pembicara pada Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Tokopedia Hijau, ki-ka Public Affairs Senior Lead Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan, Asisten Deputi Pengembangan Kawasan dan Rantai Pasok Kemenkop UKM RI, Ali Alkatiri, Pemilik Usaha TISOO, Stephannie Thian, Pemilik Usaha KaIND, Melie Indarto, dan Pendiri The Local Enabler, Dr. Dwi Indra Purnomo.

Program Edukasi dan Inkubasi Seller Bangun Bisnis Ramah Lingkungan

Ada berbagai program di dalam Tokopedia Hijau, salah satunya Program Edukasi Seller Hijau.

Terdapat modul komprehensif untuk memandu penjual memulai dan membangun bisnis yang lebih ramah lingkungan, serta webinar, yang bisa diakses oleh penjual secara gratis.

Ada juga Program Inkubasi Seller Hijau yang terdiri dari serangkaian proses, seperti kelas intensif dan kampanye daring, untuk lebih memberdayakan penjual ramah lingkungan.

Program ini menyasar penjual dengan produk dan kemasan ramah lingkungan, serta usaha berkelanjutan yang berdampak pada sosial dan lingkungan.

Baca Juga: Google Maps Perluas Rute Ramah Lingkungan

Pendiri The Local Enabler, Dr. Dwi Indra Purnomo, menjelaskan, “Di Program Inkubasi Seller Hijau Tokopedia, kami berperan sebagai fasilitator untuk berbagi wawasan serta praktik terbaik dalam menerapkan prinsip ramah lingkungan bagi para pelaku UMKM.”

Tokopedia juga menyediakan dana pembinaan Rp100 juta untuk tiga penjual ramah lingkungan terbaik dalam program ini.

Tokopedia Hijau Dorong Masyarakat Pakai Produk Ramah Lingkungan

Potensi bisnis ramah lingkungan masih sangat besar. Data Tokopedia selama setahun ke belakang mencatat, Jabodetabek, Bandung dan Surabaya sebagai wilayah dengan jumlah pencarian produk ramah lingkungan paling banyak.

Ada pula peningkatan penjualan produk daur ulang sebesar hampir 1,5 kali lipat di Tokopedia. Penjualan produk tas lipat pakai ulang juga melonjak hampir 2,5 kali lipat.

Baca Juga: Inilah Spesifikasi Dan Harga Dari Laptop Acer Yang Ramah Lingkungan

TISOO merupakan contoh usaha produk ramah lingkungan, yaitu tisu dari bambu dengan kemasan bebas plastik, yang bergabung dalam Tokopedia Hijau.

“TISOO hadir sejak awal 2021 untuk membantu mengatasi deforestasi hutan alam. Kami menanam bibit pohon mangrove untuk setiap pembelian produk TISOO. Lewat Tokopedia, omzet kami bisa mencapai puluhan juta,” kata Pemilik TISOO, Stephannie Thian.

Di kesempatan yang sama, pemilik usaha KaiND Melie Indarto yang mengatakan, “KaIND menggandeng lebih dari 200 petani di Pasuruan untuk membuat produk fesyen–seperti scarf dan pouch–ramah lingkungan dengan memanfaatkan budidaya ulat sutra eri.”

“Proses produksi dilakukan secara etis (tanpa membunuh pupa ulat sutera), menggunakan pewarna alami dan menerapkan prinsip zero waste,” ujar Melie.

Baca Juga: Tablet Ramah Keluarga, Huawei MatePad SE Hadir Dibanderol Murah

Tokopedia Hijau di sisi lain mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan sebagai dukungan untuk ‘Misi Nol Sampah GoTo 2030’.

Masyarakat yang belanja lewat Tokopedia Hijau bisa mengurangi sampah pasca konsumsi karena barang yang dikirim akan menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan, seperti paper wrap, kertas cacah, serat nanas dan alternatif lainnya.

Selain itu, untuk setiap pengguna yang bertransaksi melalui halaman Tokopedia Hijau selama 10-17 Desember 2022, Tokopedia akan menanam satu bibit pohon sebagai bentuk dukungan atas aksi pelestarian lingkungan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU