Tips Mudah Aplikasikan Manajemen Risiko Dalam Trading

Modus Penipuan Trading Forex
Modus Penipuan Trading Forex

Selular.ID – Tips mudah aplikasikan manajemen risiko dalam trading yang merupakan hal penting yang perlu dilakukan agar berjalan sukses.

Tidak semua trader berhasil dalam menerapkan manajemen risiko dan modal dalam trading, serta tidak sedikit pula yang kesulitan dalam menerapkan pengelolaan manajemen risiko dan modal.

Rumitnya metode yang ditawarkan sehingga pembahasan yang luas sebagai alasan utamanya, padahal penerapaan dan pengelolaan manajemen risiko merupakan hal sangat penting jika kamu para trader. Banyak trader yang tidak mampu menerapkan manajemen risiko dengan tepat.

Baca juga: Rekomendasi Lima Koin Crypto Bagi Pemula, Trading Bisa 24 Jam

Berikut Selular.ID memberikan tips mudah aplikasikan manajemen risiko saat trading forex, komoditas, maupun indeks dikutip dari finance.detik.com.

  1. Tentukan risiko maksimum dan modal awal

Sering kali ditemukan kasus di mana seorang trader yang memiliki strategi trading yang baik, namun transaksi yang dilakukannya justru merugi. Biasanya hal ini terjadi apabila seorang trader memiliki pengelolaan uang yang buruk.

Ketika trading, penting untuk menentukan seberapa besar modal yang akan dikeluarkan dalam setiap kesempatan. Dalam pengelolaan risiko, trader pemula disarankan untuk menerapkan batas risiko maksimum tidak melebihi 2% dari total modal.

Misalnya, seorang trader pemula memulai trading dengan modal awal sebesar US$ 10.000, maka kerugian maksimum rata-rata per transaksi sebesar dua persen dari modalnya, yakni US$ 200. Dengan hitungan 1 lot per transaksi, maka itu berarti 20 poin pada instrumen forex, US$2 dalam produk emas (XAU) atau sekitar 40 poin pada indeks Nikkei.

Seorang trader dapat mengevaluasi sistem dan instrumen yang ingin diperdagangkan. Jika trader menemukan pasar atau sistem trading hanya akan bekerja baik dengan jumlah risiko atau stop loss yang lebih besar, maka sebaiknya meningkatkan modal awal yang didepositkan. Adapun formula yang dapat menentukan modal awal untuk deposit, yakni Modal awal = $ Stop Loss / Risiko Maksimum

Jika sistem trader bekerja lebih baik pada instrumen Euro dengan stop loss sebesar 40 poin atau US$ 400, maka sebaiknya menggunakan modal awal sebesar $400/2% = $20,000

Sementara itu, jika instrumen emas menghasilkan kinerja terbaiknya dengan stop loss sebesar US$ 5 atau US$ 500 (diperoleh dari US$ 5 x 100 troy ons), maka sebaiknya menggunakan modal awal sebagai deposit sebesar $500/2% = $25,000.

  1. Terapkan risiko maksimum per hari

Dengan menerapkan maksimum risiko sebagai maksimum kerugian per hari, berarti seorang trader hanya memperbolehkan satu kerugian yang terjadi dalam satu hari. Jika transaksi pertama menghasilkan keuntungan dan yang kedua menghasilkan kerugian senilai 2% dari keseluruhan ekuiti, maka sebaiknya berhenti pada transaksi kedua dan hanya akan melanjutkan trading pada keesokan harinya.