Ekonomi Melesu, Pasar Smartphone di Asia Tenggara Anjlok 3 Kuartal Berturut-turut

Pasar Smartphone Asia Tenggara Anjlok

Selular.ID – Pandemi Covid-19 memang sudah mulai mereda, namun dampaknya terhadap perbaikan ekonomi masih belum terasa. Terbukti pasar smartphone masih terkontraksi hingga menjelang pergantian tahun.

Pengiriman smartphone di Asia Tenggara tercatat turun dari tahun ke tahun di Q3-2022 untuk kuartal ketiga berturut-turut, dengan Vietnam satu-satunya pasar di kawasan ini yang mencatat kenaikan.

Data terbaru yang diterbitkan lembaga riset pasar Canalys menunjukkan, pengiriman smartphone menukik 4 persen menjadi hanya 23,5 juta unit.

Analis riset Canalys Chiew Le Xuan menyatakan kepercayaan konsumen dipengaruhi oleh kenaikan inflasi dan suku bunga, yang menyebabkan belanja smartphone kembali ke ujung yang sangat rendah.

Vendor meluncurkan produk low-end baru pada kuartal tersebut sebagai strategi defensif untuk melindungi saham mereka karena pasar mengalami hambatan permintaan, tambah Chiew.

Samsung mempertahankan keunggulannya dengan pangsa pasar 25 persen, dengan pengiriman datar di 5,9 juta unit. Oppo tetap di posisi kedua dengan pangsa 19 persen, pengiriman unit 7 persen lebih sedikit menjadi 4,5 juta.

Pengiriman Vivo di tempat ketiga turun 9 persen menjadi 3,5 juta unit dan bagiannya turun menjadi 15 persen, sementara Xiaomi berada di urutan keempat dengan pangsa 13 persen dengan pengiriman turun 11 persen menjadi 3,1 juta unit.

Pengiriman Realme turun 27 persen menjadi 2,1 juta unit, dengan bagiannya turun 3 poin persentase menjadi 9 persen.

Canalys menyatakan pengiriman di Vietnam naik 35 persen, sedangkan di Indonesia, Filipina, Thailand, dan Malaysia turun rata-rata dua digit.

Tren penurunan permintaan smartphone, sejatinya tak hanya menimpa negara-negara di Asia Tenggara, namun juga China dan India, pasar ponsel terbesar pertama dan kedua di dunia.

Pengiriman smartphone India, diketahui anjlok 11 persen YoY pada Q3 2022 mencapai lebih dari 45 juta unit, menurut data terbaru oleh penelitian Counterpoint.

Begitu pun China. Dengan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi China yang tetap lesu, Counterpoint mengungkapkan bahwa penjualan smartphone negara Tirai Bambu itu pada Q3 2022 turun sebesar 12,4% YoY

Baca Juga: Anomali Vietnam, Permintaan Melonjak Saat Pengiriman Smartphone di Tiga Negara Utama Menukik Tajam