Kamis, 20 Juni 2024
Selular.ID -

Anomali Vietnam, Permintaan Melonjak Saat Pengiriman Smartphone di Tiga Negara Utama Menukik Tajam

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Pasar smartphone di Vietnam melawan tren global yang menurun selama Q3, rebound dari basis terendah pada periode 2021 yang sebanding yang disebabkan oleh pembatasan Covid-19 (coronavirus), data dari IDC menunjukkan.

Pengiriman tumbuh 28,5 persen tahun-ke-tahun menjadi 3,2 juta unit, meskipun IDC mencatat ini secara signifikan lebih rendah daripada sebelum pandemi pada Q3 2019 karena permintaan konsumen yang lemah akibat inflasi yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi.

Samsung mempertahankan posisi teratas meskipun pangsa pasarnya turun 12,2 poin persentase menjadi 34 persen. Raksasa Korea Selatan itu, menjadi satu-satunya vendor di lima besar dengan penurunan pengiriman, sekitar 5,4 persen menjadi 1,1 juta.

Oppo mengkonsolidasikan peringkat tempat kedua, dengan pengiriman meningkat 43,5 persen menjadi 691.200. Pangsa pasar Oppo naik menjadi 21,6 persen dari 19,4 persen.

Posisi ketiga ditempati Xiaomi. Pangsa pasar vendor yang berbasis di Beijing itu, meningkat 3,2 poin persentase menjadi 14,9 persen.

Apple membuntuti Xiaomi di peringkat keempat. Sepanjang kuartal ketiga 2022, penjualan Apple tercatat meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 12 persen.

Vivo menggenapi lima besar. Vivo yang masih satu atap dengan Oppo (BBK Group) membukukan pertumbuhan pengiriman 44 persen menjadi 317.000, dengan pangsa hingga 9,9 persen.

Tak dapat dipungkiri Apple adalah jawara pasar smartphone Vietnam. Total pengiriman iPhone naik 173,3 persen menjadi 382.800. Menunjukkan, smartphone besutan Apple itu tengah digandrungi masyarakat setempat.

Baca Juga: Cara Aktifkan Paket Nonton Piala Dunia 2022 di Indihome TV, Semua Pertandingan Ada

Meningkatnya pasar smartphone di Vietnam bisa dibilang sebagai anomali. Pasalnya, permintaan smartphone di tiga negara utama yaitu China, India, dan Indonesia saat ini justru tengah menurun.

Mari kita lihat kinerja penjualan smartphone di tiga negara itu. Apa penyebabnya dan siapa juaranya.

China – Ekonomi Melesu Permintaan Anjlok 12,4%

Dengan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi China yang tetap lesu, penjualan smartphone negara itu pada Q3 2022 turun 12,4% YoY, menurut laporan lembaga riset pasar, Counterpoint.

Meski demikian, pasar mengalami kenaikan musiman sebesar 4,9% QoQ, menghilangkan dampak penguncian COVID-19 di kota-kota besar pada Q2 2022.

Permintaan yang kuat untuk model iPhone 14 Pro dan Pro Max membantu mendorong pertumbuhan pasar pada kuartal tersebut.

Pada Q3 2022, Vivo (termasuk iQOO) mempertahankan posisi pertama dengan pangsa pasar 19,9%. Merek ini meluncurkan lebih banyak smartphone baru di kuartal ini daripada OEM lainnya.

OPPO (termasuk OnePlus) menempati posisi kedua dengan pangsa 18% sementara HONOR berada di urutan ketiga dengan pangsa 17,2%. Di posisi keempat dan kelima masing-masing dihuni Apple (15,3%) dan Xiaomi (13%).

Dengan tren permintaan yang tetap melesu, Counterpoint memperkirakan, pasar smartphone di China akan mencatat penurunan dua digit YoY di akhir 2022.

Pengiriman smartphone India anjlok 11 persen YoY pada Q3 2022..

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU