Sabtu, 18 Mei 2024
Selular.ID -

AFTECH dan Pintu Terus Tingkatkan Literasi dan Edukasi Finansial Masyarakat

BACA JUGA

Selular.ID – Seperti diketahui Indonesia Fintech Summit Keempat & Bulan Fintech Nasional (BFN) 2022 baru saja digelar pada 12 dan 13 Desember 2022. Gelaran ini untuk terus tingkatkan edukasi dan literasi finansial masyarakat.

Budi Gandasoebrata, Sekretaris Jenderal AFTECH mengatakan IFN dan BFN 2022 diharapkan dapat menciptakan kondisi dan situasi bagi pemain di industri agar lebih baik.

Selain itu dari sisi regulasi juga diharapkan mendukung dan mendorong pertumbuhan untuk mencapai misi akhir Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) dalam menciptakan literasi, edukasi, dan inklusi keuangan yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia melalui berbagai industri dari mulai payment, lending, pendanaan, maupun pemain aset crypto.

Menurut Budi, Industri keuangan digital di Indonesia dari mulai payment system, e-money, e-wallet, hingga industri crypto seluruhnya memiliki tantangan yang sama, apalagi industri baru seperti crypto yang pertumbuhannya cukup pesat namun pengertiannya masih minim.

Tantangan terbesarnya adalah untuk membuka wawasan dan edukasi yang lebih banyak agar masyarakat semakin mengetahui industri crypto atau keuangan digital lainnya seperti apa, manfaat ke depan seperti apa dan bagaimana bisa berkontribusi ke ekonomi yang lebih baik untuk Indonesia.

Baca Juga:Pintu Dukung Perkembangan Web3 Untuk Industri Kreatif

“Tantangan lainnya adalah membuka awareness masyarakat terhadap industri kripto dan bekerja sama dengan regulator untuk menciptakan situasi yang kondusif agar industri crypto tumbuh dan tidak dihalangi oleh regulasi yang terlalu ketat,” ujar Budi.

Pintu yang ikut menghadiri acara BFN diwakili Malikulkusno (Dimas) Utomo, General Counsel Pintu mendukung penuh kegiatan AFTECH, alam mengoptimalkan edukasi dari sisi keuangan kepada masyarakat.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada AFTECH karena diberi kesempatan untuk dapat meramaikan kegiatan BFN 2022. Ini menjadi wadah yang berdampak positif bagi masyarakat khususnya dalam meningkatkan edukasi dan literasi dalam industri fintech di Indonesia yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya,”terang Dimas.

Menurutnya, Industri fintech di berbagai sektor terus mengalami pertumbuhan dari sisi penggunanya. Di antaranya berdasarkan data dari Bank Indonesia mengenai pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mencapai lebih dari 25 juta orang hingga November 2022.

Dari sektor investasi juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan, seperti data yang dikutip dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di mana pada November 2022 jumlah investor pasar modal telah mencapai 10,15 juta.

Sedangkan untuk investor crypto berdasarkan data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) ternyata jumlahnya mencapai 16,3 juta pada September 2022 lalu.

Indonesia merupakan negara dengan regulasi yang sangat dinamis dan mendukung pertumbuhan industri, seperti halnya crypto.

Baca Juga:Aplikasi PINTU Sambangi 3 Kampus Besar Untuk Edukasi Crypto Hingga Blockchain

Berbicara tentang regulasi crypto, Indonesia merupakan negara terdepan dibandingkan negara-negara lainnya dari mulai aturan pajak, travel rule, anti-money laundry, hingga Central Bank Digital Curre.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU