Selular.ID – Pintu platform investasi aset kripto menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan bersama Himpunan Mahasiswa & Pemuda Nagekeo Se-Jabodetabek (HIMAPEN) pada 8 Juli 2026 di Nemuru Grand Bellevue, Radio Dalam, Jakarta.
Mengusung tema “Menangkap Peluang Investasi Saham, Kripto, dan Komoditas”, acara ini diikuti lebih dari 100 mahasiswa asal Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Andy Putra, Presiden Direktur PINTU menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa HIMAPEN dalam mendalami peluang investasi masa depan.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara industri dan akademisi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi perkembangan ekonomi dan teknologi finansial.
“Kolaborasi antara Pintu dan HIMAPEN merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda Indonesia,”terang Andy.
Sebagai pelaku industri jasa keuangan berbasis aset digital, Pintu secara berkelanjutan menghadirkan program edukasi terkait perencanaan keuangan, investasi, dan pemanfaatan teknologi finansial.
Aster Leta, Ketua Umum HIMAPEN se-Jabodetabek menjelaskan bahwa organisasinya merupakan paguyuban anak muda asal Nagekeo yang terdiri dari mahasiswa maupun pekerja di kawasan Jabodetabek.
Komunitas ini dibentuk sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang belajar bersama bagi warga muda Nagekeo yang merantau ke ibu kota.
Melalui kegiatan bersama PINTU, HIMAPEN berharap para anggotanya memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai pemanfaatan teknologi finansial serta ragam instrumen investasi yang dapat diakses mahasiswa.
Penyelenggaraan program literasi keuangan yang menyasar kalangan mahasiswa ini sejalan dengan tren keterlibatan generasi muda dalam pasar investasi Indonesia, baik di aset kripto maupun pasar modal.
Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 yang disusun oleh Indonesia Crypto Network (ICN), Coinvestasi, dan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).
Kelompok Generasi Z dan milenial berusia 18–34 tahun mendominasi populasi pengguna aset kripto di Indonesia, dengan porsi mencapai 81,6 persen dari total pengguna.
Data dari sisi pasar modal turut menunjukkan pola serupa. Berdasarkan Statistik Pasar Modal Indonesia per April 2026 yang diterbitkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Investor berusia di bawah 30 tahun mencakup sekitar 55 persen dari total investor pasar modal nasional, disusul kelompok usia 31–40 tahun dengan kontribusi sekitar 25 persen.
Kedua data tersebut secara konsisten memperlihatkan bahwa generasi muda menjadi kelompok dominan dalam aktivitas investasi di Indonesia, baik pada instrumen konvensional seperti saham maupun aset digital seperti kripto.
Dominasi investor muda ini turut mendorong sejumlah platform investasi, termasuk PINTU, untuk memperluas program edukasi ke komunitas-komunitas berbasis daerah asal seperti HIMAPEN.
Pendekatan berbasis komunitas dinilai relevan mengingat besarnya potensi pertumbuhan investor baru dari kalangan mahasiswa dan pekerja muda perantauan di Jabodetabek.
Andy Putra menegaskan bahwa Pintu akan terus menghadirkan edukasi keuangan dan aset kripto yang mudah dipahami masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia menyampaikan harapan agar kolaborasi dengan komunitas mahasiswa seperti HIMAPEN dapat mendorong lahirnya investor yang lebih bijak, memahami risiko, serta mampu memanfaatkan peluang investasi secara bertanggung jawab.
Ke depan, pola kemitraan antara platform investasi berizin OJK dengan organisasi kemahasiswaan maupun komunitas kedaerahan berpotensi menjadi salah satu strategi umum dalam memperluas literasi keuangan digital di Indonesia.
Seiring dengan meningkatnya proporsi investor muda pada instrumen saham, komoditas, dan aset kripto.
Selain Andy Putra, Presiden Direktur PINTU, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah praktisi dan pelaku industri keuangan, di antaranya, praktisi keuangan global Vier Abdul Jamal, Komisaris PT Adhikita Sekuritas Indonesia B, Hari Mantoro.
Baca Juga:Pintu Bikin Game Tebak Harga Bitcoin, Trader Pemula Bisa Belajar Gratis
Serta Direktur Utama PT Smartin Advisor System Odang Supriatna. Diskusi dipandu oleh jurnalis senior Investor Daily, Edo Rusyanto.


