5 Perusahaan Kripto yang Mengajukan Bangkrut Sepanjang 2022

Tren Kripto, Teknologi Zero Knowledge Terus Meningkat
Tren Kripto, Teknologi Zero Knowledge Terus Meningkat

Selular.ID – Sepanjang tahun ini, sudah ada lima perusahaan kripto yang sudah mengajukan bangkrut.

Alasannya karena bisnis kripto mereka anggap tidak stabil tahun ini berbanding tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan penelusuran Selular.ID dari berbagai sumber, Kamis (1/12/2022), setidaknya ada 5 perusahaan kripto yang sudah mengajukan bangkrut sejak awal tahun.

Mekanisme bangkrut yang perushaan ajukan melalui skema Bab 11.

Bab 11 ialah mekanisme yang memungkinkan perusahaan merestrukturisasi utang di bawah pengawasan pengadilan sambil terus beroperasi.

TONTON JUGA:

Berikut lima perusahaan kripto yang mengajukan bangkrut sepanjang tahun 2022 ini.

1. BlockFi

Terbaru, perusahaan pemberi pinjaman kripto BlockFi mengajukan mekanisme bangkrut atau pailit Bab 11 di AS pada Senin (28/11/2022).

BlockFi terdampak oleh runtuhnya kerajaan bos kripto FTX, Sam Bankman-Fried.

Baca juga: Jumlah Investor Kripto di Indonesia Melebihi Investor Saham, Ini Penyebabnya

BlockFi mengumumkan bahwa mereka telah menangguhkan pencairan dana konsumen akibat FTX, Alameda, dan puluhan afiliasinya mengajukan kebangkrutan pada 11 November lalu.

“Sejak jeda, tim kami telah mengeksplorasi setiap opsi strategis dan alternatif yang tersedia bagi kami, dan tetap fokus pada tujuan utama untuk melakukan yang terbaik untuk klien kami,” bunyi pernyataan BlockFi.

Dalam pengajuan kebangkrutannya, BlockFi mengatakan berutang kepada lebih dari 100 ribu kreditur.

Kreditur terbesar yang terdaftar adalah Ankura Trust dengan total utang mencapai U$729 juta.

Sedangkan, FTX kreditur terbesar kedua BlockFi berutang US$275 juta.

Baca juga: Gara-gara Kripto FTX Bangkrut, Bos Indodax Sarankan Ini Kepada Bappebti