Serangan Siber Naik Jadi 48%, Dell Technologies Keluarkan Pembaruan pada Solusinya

Dell PowerProtect Data Manager

Selular.ID – Berdasarkan survei Dell Global Data Protection Index (GDPI) 2022, perusahaan di seluruh dunia mengalami jauh lebih banyak bencana, alam dan modern, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, yang mengakibatkan lebih banyak data yang hilang, downtime, dan biaya pemulihan.

Dalam satu tahun terakhir, 48% bencana yang tercatat disebabkan oleh serangan siber (naik dari 37% di tahun 2021), yang menjadi penyebab utama berbagai gangguan data lainnya.

Melihat tren tersebut, penyedia software dan hardware perlindungan data Dell Technologies meluncurkan sejumlah pembaruan perlindungan data multicloud pada solusinya yang bernama Dell PowerProtect Data Manager Appliance.

Berbasis AI dan keamanan operasional, pembaruan itu bisa mempercepat adopsi arsitektur Zero Trust dan membantu melindungi perusahaan dari ancaman serangan siber yang terus meningkat.

Solusi baru tersebut diklaim dapat membantu perusahaan menghadapi berbagai tantangan perlindungan data yang semakin canggih.

“Dell membantu memperkuat ketahanan siber para pelanggan dengan menawarkan perangkat lunak perlindungan data, sistem, dan layanan terintegrasi untuk membantu memastikan data dan aplikasi terlindungi dan siap menghadapi ancaman, di mana pun lokasi data dan aplikasi tersebut,” ujar Jeff Boudreau, presiden dan general manager, Infrastructure Solutions Group, Dell Technologies.

Baca Juga: Riset Dell Technologies: 62% Perusahaan di Indonesia Belum Capai Tujuan Transformasi Digital

Jalur mudah menuju perlindungan data modern

Selain hardware, Dell juga mempunyai solusi software bernama Dell PowerProtect Data Manager.

Inovasi pada software perlindungan data Dell diklaim bisa membantu perusahaan menyederhanakan operasional TI dan mengurangi risiko.

Perangkat lunak PowerProtect Data Manager menjawab kebutuhan akan ketahanan siber yang terus meningkat dan mendukung prinsip Zero Trust dengan kemampuan keamanan operasional terintegrasi baru, seperti autentikasi multifaktor, otorisasi ganda, dan kontrol akses berdasarkan fungsi (role-based).

Pemulihan siber untuk cloud vault publik

selain dua solusi di atas, Dell juga mempunyai PowerProtect Cyber Recovery untuk Google Cloud, yang memungkinkan pelanggan untuk menerapkan cyber vault terisolasi di Google Cloud untuk bisa dengan lebih aman memisahkan dan melindungi data dari serangan siber.

Berbeda dengan solusi penyimpanan berbasis cloud standar, akses ke pengelolaan antar muka (management interface) dikunci oleh kontrol jaringan dan memerlukan kredensial keamanan terpisah serta autentikasi multifaktor terpisah untuk bisa mengaksesnya.

Perusahaan bisa menggunakan informasi berlangganan Google Cloud yang sudah ada untuk membeli PowerProtect Cyber Recovery melalui Google Cloud Marketplace, dan layanan tersebut dapat diperoleh langsung dari Dell maupun mitra resmi Dell.

Layanan ini merupakan ekspansi terbaru kemampuan pemulihan siber Dell untuk cloud publik, setelah sebelumnya di tahun ini Dell telah meluncurkan Dell PowerProtect untuk Microsoft Azure dan CyberSense untuk Dell PowerProtect Cyber Recovery untuk AWS.

Baca Juga: VMware Cloud on Dell EMC Generasi Kedua Diluncurkan

Saat ini, solusi Dell PowerProtect Data Manager Appliance tersedia di seluruh dunia mulai bulan ini di lebih dari 30 negara di Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, dan Asia Pasifik.

Perangkat lunak Dell PowerProtect Data Manager saat ini telah tersedia di seluruh dunia.

Sementara Dell PowerProtect Cyber Recovery untuk Google Cloud Platform saat ini telah tersedia di seluruh dunia.