Selasa, 21 Mei 2024
Selular.ID -

Pasar Smartphone Terbesar Kedua Dunia Kini Menstandarisasi USB-C

BACA JUGA

Selular.ID – Perlahan tapi pasti, dunia bergerak menuju USB-C.

Pembuat smartphone dan asosiasi yang mewakili perusahaan teknologi di India dilaporkan telah setuju untuk mengadopsi USB-C sebagai port pengisian standar untuk ponsel, laptop, dan tablet.

Menurut The Economic Times, pejabat pemerintah mengkonfirmasi kesepakatan tersebut setelah pertemuan gugus tugas antar kementerian diadakan untuk membahas masalah tersebut.

Pemangku kepentingan industri, termasuk Samsung, Apple, dan pembuat PC seperti HP, Dell, dan Lenovo, dilaporkan hadir pada pertemuan tersebut.

Seorang eksekutif industri menegaskan Apple tidak menentang peralihan ke USB-C sebagai standar pengisian umum.

Produsen Cupertino itu menjadi salah satu merek yang paling terpengaruh ketika USB-C menjadi wajib.

iPhone dan beberapa iPadnya saat ini mengandalkan port Lightning yang dipatenkan, dan sebagian pendapatan perusahaan juga berasal dari penjualan aksesori Lightning.

Baca Juga: Respon Apple Ketika Uni Eropa Meminta USB-C untuk iPhone

Tidak ada waktu yang dikonfirmasi kapan India akan mengamanatkan USB-C di seluruh perangkat, tetapi seorang eksekutif industri anonim mengatakan itu akan terjadi setelah perubahan kebijakan berlaku di Eropa.

Bulan lalu, Dewan Eropa memberikan persetujuan akhir untuk inisiatif pengisian bersama yang seragam.

Ini mengharuskan semua perangkat elektronik untuk mengadopsi pengisian USB-C pada musim gugur 2024 dalam upaya mengurangi limbah elektronik dan membantu konsumen menghemat uang.

Sementara perangkat laptop telah diberi tenggat waktu yang diperpanjang untuk mengadopsi standar pada musim semi 2026.

Baca Juga: Trio Ponsel Pertama yang Menggunakan USB Type-C

Implikasi dari India yang mengikuti jejak Eropa untuk mewajibkan pengisian daya USB-C di seluruh perangkat bisa sangat signifikan.

Ini adalah pasar smartphone terbesar kedua di dunia, jadi jika negara tersebut menstandarisasi port pengisian daya, itu dapat mengurangi kemungkinan perbedaan pengisian daya khusus wilayah.

Untuk sekarang, masih ada waktu agar mandat UE berlaku.

Kita harus menunggu dan melihat bagaimana semuanya berjalan dan akankah lebih banyak negara mengikuti untuk bergabung dengan inisiatif pengisi daya bersama.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU