Meski Dikepung Banyak Pemain, Apple Diprediksi Masih Akan Kuasai Pasar TWS Earbud Global

Selular.ID – Belakangan semakin banyak pengguna yang memilih earbud Bluetooth daripada earphone tradisional saat mereka bepergian atau berolahraga.

Tingginya animo pengguna sebagai akibat dari penghapusan desain jack earbud stereo nirkabel 3,5 mm baru-baru ini dari banyak ponsel.

Earbud nirkabel telah berkembang menjadi ukuran yang sangat kompak dan faktor bentuk tanpa kabel karena kemajuan teknologi Bluetooth, yang disebut sebagai True Wireless Stereo (TWS).

TWS menggunakan sinyal Bluetooth daripada kabel atau kabel untuk mentransfer suara. TWS menonjol dari aksesori nirkabel karena tidak bergantung pada koneksi fisik ke sumber media tetapi masih membutuhkannya untuk memastikan bahwa banyak komponen perangkat dapat berkomunikasi satu sama lain.

Earbud stereo olahraga nirkabel yang dihubungkan oleh kabel yang melingkari leher pengguna adalah contoh yang luar biasa. Namun, aksesori yang menggunakan teknologi nirkabel sejati hanyalah benar-benar nirkabel.

Baca Juga: Apple Segera Rilis iPhone Lipat? Simak Konsep Desainnya

Untuk menyambungkan ke perangkat sumber media atau menyambungkan satu speaker atau earphone ke yang lain, mereka tidak memerlukan kabel. Melalui chip Bluetooth, konektivitas dicapai sepenuhnya secara nirkabel.

Perangkat TWS yang berbeda dapat terhubung ke sumber media dengan cara yang berbeda tergantung pada merek dan aksesori yang bersangkutan.

Satu earbud sering digunakan sebagai penghubung utama antara outlet berita dan lubang suara kedua di earbud stereo nirkabel sejati TWS.

Pengalaman suara surround yang imersif tercipta saat earbud satu mengirimkan sinyal ke perangkat sumber, bergabung, dan kemudian perangkat sumber mengirimkan sinyal yang sama ke earbud dua.

Menariknya, dibandingkan smartphone, pandemi tidak memengaruhi permintaan konsumen terhadap produk-produk earbud, karena porsi ritel barang yang lebih besar dilakukan secara online.

Sepanjang pandemi, pertumbuhan pasar yang stabil telah dipertahankan oleh meningkatnya permintaan produk untuk aktivitas kerja dari rumah/kebugaran.

Pandemi COVID-19 justru mendorong lonjakan yang cukup besar dalam produksi beberapa gadget konsumen. Barang elektronik konsumen lebih diminati sebagai akibat dari protokol penguncian.

Sektor elektronik konsumen tumbuh secara eksponensial sebagai akibat dari meningkatnya popularitas smartphone, laptop, dan komputer pribadi.

Earphone nirkabel premium menjadi semakin populer. Hambatan terbesar untuk pasar earbud nirkabel adalah ketersediaan barang palsu yang tersebar luas.

Baca Juga: Apple Luncurkan iPad 10, Layar Lebih Luas “Tanpa Home Button”

Keinginan akan produk premium dari pelaku pasar teratas mungkin akan segera terhambat karena ketersediaan barang palsu di pasar abu-abu dengan harga yang luar biasa rendah.

Selain itu, semakin populernya earbud nirkabel smart dan neckband adalah faktor lain yang dapat membatasi ekspansi pasar.

Berdasarkan harga, pasar TWS earbuds dibagi menjadi di Bawah USD 100, USD 100-99, dan Di atas USD 200. Segmen USD 100-99 memperoleh pangsa pendapatan tertinggi di pasar TWS earbud pada 2021.

Hal ini karena perusahaan seperti Apple, Samsung Electronics, dan Jabra, antara lain, telah mempengaruhi pangsa pasar secara signifikan.

Selama beberapa tahun ke depan, Apple diproyeksikan untuk mempertahankan posisi kepemimpinannya di pasar TWS earbuds global.

Dilansir dari laman Statista, Apple memimpin pasar headset stereo nirkabel (TWS) sejati, menguasai lebih dari 26,5 persen pasar pada kuartal kedua tahun 2021.

Apple membangun posisi kuat mereka di pasar di belakang jajaran Apple AirPod, dan sisanya pasar mulai menguat, dengan pangsa pasar Apple secara keseluruhan turun dari 48,1 persen pada 2019, menjadi 26,5 persen pada kuartal kedua 2021.

Di sisi lain, menurut laporan Global News Wire, pasar earphone dan headphone global bernilai USD 24,81 miliar pada 2021 dan diproyeksikan mencapai USD 129,26 miliar pada 2030 dengan CAGR sebesar 20,13% (2022-2030).

Dibandingkan kawasan lainnya, Asia Pasifik menguasai sebagian besar pasar dalam hal pendapatan pada 2021, memegang pangsa 29,7%.

Tak pelak dengan tingginya potensi penjualan, membuat banyak vendor berlomba-lomba di jalur ini. Terutama vendor China yang bisa menawarkan harga lebih rendah dari pemain lain yang sudah kelotokan. Mereka tak ingin Apple terus menerus mendominasi pasar.