Berbekal Tiga Modal Utama,  ZTE Yakin Dapat Taklukkan Pasar Indonesia

Selular.ID – ZTE akhirnya resmi meluncurkan tiga varian smartphone terbaru di Indonesia, Selasa (20/9/2022). Ketiganya masing-masing Blade V40 Vita, Blade A72, dan Blade A52.

Terbilang ramah di kantong, ketiga smartphone itu hanya dibandrol mulai dari Rp 1,7 jutaan – Rp 2 jutaan. Harga yang terjangkau itu, menunjukkan pada tahap awal, ZTE memilih fokus pada segmen entry level, setelah vakum cukup lama di pasar domestik.

Melongok ke belakang, terakhir kali ZTE berkiprah di pasar Indonesia, saat vendor meluncurkan sub brand Nubia, pada 26 April 2017. Tiga varian diperkenalkan saat itu, masing-masing Nubia M2, M2 lite, dan N1 lite.

Come back-nya ZTE ke Indonesia, tentunya merupakan angin segar, karena konsumen dapat memperoleh varian produk berbeda dibanding yang ada saat ini.

Meski demikian, ZTE menghadapi tantangan yang tak ringan. Brand yang berbasis di Shenzhen itu, bakal menghadapi persaingan ketat dengan brand-brand lain, terutama yang sudah memiliki brand image yang kuat.

Baca Juga: Masuk Lagi Ke Indonesia, ZTE Hadapi Lima Tantangan yang Tak Ringan

Saat ini pasar smartphone Indonesia dipenuhi oleh banyak pemain, namun pemain teratas terus mendominasi. Mereka adalah Oppo, Vivo, Samsung, Realme, Xiaomi.

Menurut laporan IDC, Top 5 vendor smartphone di Indonesia pada Q2-2022 adalah Oppo dengan market share 20,6%. Diikuti ketat Samsung (20,2%), Vivo (17,8%), Xiaomi (15,6%), dan Realme (12,1%).

Kokohnya lima vendor tersebut, menjadikan brand-brand lain yang masih bertahan, seperti Asus, Tecno, Infinix, Advan, dan Itel, hanya menjadi challenger belaka.

Kuatnya vendor-vendor teratas, membuat upaya mengejar market share memerlukan extra effort bagi brand lain, tak terkecuali ZTE yang berusaha membuktikan kembali keberadaannya di Indonesia.

Baca Juga: ZTE Akan Hadir Bulan September, Berikut Perjalanan Handphone ZTE Terpopuler di Indonesia

Meski menghadapi persaingan yang super ketat, ZTE meyakini dapat merebut hati konsumen Indonesia. Pasalnya menurut Mei Zhonghua, Senior Vice President ZTE Asia & CIS, sebagai perusahaan teknologi yang dibangun sejak 1985 silam, ZYE memiliki tiga modal utama.

“Ketiganya adalah inovasi teknologi, kemitraan yang kuat dengan Erajaya Group sebagai mitra penjualan, serta investasi jangka panjang yang menjadi misi perusahaan”,  ujar Mei.

Mei menambahkan, pihaknya selalu berkomitmen untuk menghubungkan dunia dengan inovasi berkelanjutan. Beberapa nilai yang diunggulkan adalah desain fresh dan spesifikasi yang diklaim unggul.

“Rangkaian smartphone ZTE dirancang dengan desain yang solid dan spesifikasi yang bagus, memperhatikan fitur penting yang paling dicari oleh pelanggan,” tambahnya.

Baca Juga: ZTE Indonesia Buka Perekrutan Mahasiswa

Mei menyakini Indonesia termasuk salah satu pasar potensial terbesar di kawasan Asia. Dan pihaknya cukup yakin bila teknologi kelas dunia dan desain user-oriented smartphone ZTE bakal dapat menarik konsumen potensial di Indonesia.