Sabtu, 22 Juni 2024
Selular.ID -

AWS: Inovasi yang Berfokus ke Pelanggan Harus Menjadi Budaya Startup

BACA JUGA

Selular.ID – Penyedia teknologi komputasi awan Amazon Web Services (AWS) berikrar untuk terus fokus kepada pelanggan, terutama saat berinovasi.

Dalam rangka mewujudkan misi tersebut, inovasi harus terus-menerus dilakukan tanpa henti.

Prinsip ini mendasari paparan dari Priya Lakshmi, Head of Startup Business, ASEAN, AWS.

Ia mengatakan bahwa inovasi dimulai dan diakhiri dengan pelanggan.

Dengan mencari tahu apa yang pelanggan butuhkan, inginkan, serta hal-hal yang menurut mereka dapat ditingkatkan, Amazon mampu memahami secara mendalam situasi dan konteks mereka untuk berinovasi bagi pelanggan.

“Bekerja mundur dari kebutuhan pelanggan membantu kami menemukan cara untuk mengejutkan dan menyenangkan pelanggan kami. Ini bukan hanya tentang menjadi dekat dengan pelanggan dan menanyakan apa yang mereka inginkan, tetapi memahami situasi dan konteks mereka secara mendalam sehingga kami dapat berinovasi untuk mereka,” tutur Priya.

“Di Amazon, kami melakukannya dengan cara mengelompokkan inovasi di sepanjang empat koridor berbeda, yakni budaya, organisasi, arsitektur, dan mekanisme,” lanjut Priya.

AWS: Inovasi yang Berfokus ke Pelanggan Harus Menjadi Budaya Startup
Priya Lakshmi, Head of Startup Business, AWS, ASEAN

“Budaya mengacu kepada perekrutan orang-orang untuk mengoperasikan sistem inovasi kami sesuai dengan sistem kepercayaan umum kami. Pilar kedua yang mendorong inovasi kami adalah organisasi: bagaimana kami mengatur bisnis kami agar cepat dan lincah? Ini mungkin salah satu perbedaan terbesar antara perusahaan rintisan dan perusahaan tradisional, dan merupakan salah satu faktor utama yang memungkinkan mereka tumbuh dengan cepat,” ujar Priya.

Baca Juga: AWS Ungkap Potensi Machine Learning dan Komputasi Tepi Untuk Pelanggan 5G

Amazon sendiri memiliki istilah khas untuk caranya mengatur SDM agar dapat mengoptimalkan inovasi dan eksekusi ide, yang disebut dengan two-pizza teams.

Menurut analogi ini, sebuah tim tidak boleh menghabiskan lebih dari dua porsi pizza; dengan kata lain, masing-masing tim terdiri dari 10 orang atau kurang.

Karena tim yang berukuran lebih kecil dapat membuat keputusan dengan lebih cepat, konsep two-pizza teams dipercaya semakin mendorong inovasi untuk para pelanggannya.

Baca Juga: Layanan Video Langsung Interaktif AWS Mulai Tersedia di Filipina dan Indonesia

“Kemudian, Arsitektur kami yang dibangun di atas teknologi cloud mendukung dan mempercepat laju inovasi dengan tiga cara: membuat prototipe dengan sangat cepat, tanpa menanggung biaya yang mahal jika memang terjadi kegagalan, dan kemampuan untuk meningkatkan skala operasional dalam waktu singkat, sesuai pertumbuhan bisnis,” sambung Priya.

Baik di internal AWS maupun di kalangan pelanggannya, termasuk startup, teknologi cloud menjadikan inovasi semakin mudah diimplementasikan dan terjangkau.

Elemen terakhir, Mekanisme, didasari pemikiran dan eksekusi inovatif yang berpusat pada pelanggan, alias Proses Bekerja Mundur.

“Kami menggunakan mekanisme ini untuk memastikan bahwa kami membangun hal yang benar bagi pelanggan dan setiap inovasi kami berpusat pada pelanggan,” tegasnya.

Baca Juga: Teknologi AWS Masa Depan Andalkan 3 Inovasi Terbaru

Salah satu contoh nyata bagaimana elemen budaya inovasi Amazon telah membantu perusahaan startup dalam mencapai tujuan mereka adalah Shipper, sebuah perusahaan logistik digital asal Indonesia yang tengah mengalami pertumbuhan pesat.

AWS: Inovasi yang Berfokus ke Pelanggan Harus Menjadi Budaya Startup
Jessica Hendrawidjaja, Chief Marketing Officer (CMO) Shipper

Jessica Hendrawidjaja, Chief Marketing Officer, Shipper, bergabung dalam diskusi untuk menggambarkan bagaimana AWS telah menjadi bagian integral dari bisnis Shipper sejak didirikan pada tahun 2017.

“Ketika bisnis baru mulai berjalan, dengan jumlah karyawan kurang dari 20 orang, kami mengambil keputusan untuk ikut serta dalam program AWS Activate. Melalui program tersebut, kami menerima dukungan berbentuk AWS Credits sebesar 100 ribu dolar AS untuk membantu mengembangkan bisnis kami,” tutur Jessica.

Baca Juga: Percepat Adopsi Cloud, AWS dan ICS Compute Berkolaborasi

Kemudian, Jessica menekankan pentingnya prinsip AWS yang menomorsatukan pelanggan dan Bekerja Mundur untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Sangat penting bagi Shipper untuk selalu mengetahui apa yang dibutuhkan pelanggan.

Ketika pelanggan perlu merampingkan dan mengintegrasikan aliran komunikasi maupun sistem pelacakan mereka, Shipper mendengarkan pelanggan dengan cermat dan memberikan solusi yang mereka butuhkan.

“Apapun yang kami bangun adalah untuk kepentingan dan kepuasan pelanggan. Tim selalu memikirkan dan mencari tahu apa saja inovasi yang dapat kami luncurkan untuk membantu mereka,” lanjut Jessica.

“Kami percaya, ketika kami memiliki mentalitas yang berpusat pada pelanggan, maka bisnis kami berada dalam jalur yang tepat. Dan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada tim AWS karena telah menanamkan mentalitas itu ke dalam identitas Shipper,” pungkas Jessica.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Realme GT 6 Ada Versi Murahnya!