Kominfo Masih Dalami Kasus Data Pengguna PLN yang Dijual Hacker

data
Ilustrasi Hacker

Selular.ID – Telah beredar kabar dari Darkweb, bahwa ada 17 juta data pengguna PLN dijual hacker.  Pada (19/08) Kominfo mengatakan bahwa masih dalami kasus.

Kabar peretasan data Pengguna PLN terungkap pada unggahan Twitter @nuicemedia, pada (19/08) dengan terdapat beberapa data perusahaan.

“Oh betapa menyenangkannya melihat pelanggaran data lagi. Itu termasuk PLN, Microsoft, McKinsey, PwC, Huawei, China Railway, Huawei Tech Investment, Prudential, dan lain-lain,” tulis @nuicemedia.

Baca Juga: Menteri Kominfo Sebut PSE yang Sudah Terdaftar Masih Bisa Kena Blokir

Hasil Postingan dari @nuicemedia ditemukan pada situs darkweb, yang menungkap hasil tangkapan layar bahwa ada hacker yang sukses mendapatkan data 17 juta Penngguna PLN.

Tak hanya diungkap, akun dari darkweb dengan nickname loliyta juga menjual data tersebut dengan penjabaran yang luas.

“Hai, saya menjual 17 Juta lebih data PLN dengan field ID, Idpel, Nama, Nama Konsumen, Jenis Energi, Kwh, Alamat, No Meter, Unit Upi, Jenis Meter, Nama Unit Upi, Unit Ap, Nama Unit Ap, Unit Up, Nama Unit Up, Pembaruan Terakhir, Created At,” tulis loliyta.

Baca Juga: Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Menkominfo Siapkan Internet Satelit untuk Museum Pulau Rinca

Berdasarkan kasus tersebut, Dedy Permadi selaku Juru bicar Kominfo memberikan beberapa tanggapan.

Bahwa Kominfo sudah mendapatkan kabar tersebut, namun saat ini masih dalam taham pendalaman kasus terkait data pengguna PLN yang bocor.

“Setelah mendapatkan berita itu, kami langsung melakukan pengecekan. Jadi, saat ini Kominfo sedang mendalami terkait dugaan kebocoran data itu, dan nanti kami akan sampaikan jika sudah ada hasil atau temuan sementara dari dugaan kebocoran data itu.” Kata Dedy, melalui keterangan resmi.

Baca Juga: Cara Gampang Mengetahui Tagihan Listrik PLN Lewat WhatsApp

Saat ditanya terkait koordinasi Kominfo antara PLN dan BSSN, Ia menegaskan bahwa hal tersebut pastinya melakukan kerjasama dengan dua lembaga tersebut.

“Tentu, karena ini kasus dugaan kebocoran data pribadi, kita akan koordinasi dengan BSSN dan PLN, dan kita upayakan hari ini berkomunikasi dengan mereka.” jelas Dedy