Netflix Memang Populer, Namun Disney Hotsar Penguasa Streaming di Indonesia

Popularitas Netflix Vs Rivals
Popularitas Netflix Vs Rivals

Selular.ID – Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Netflix semakin menguat di Indonesia, berkat beberapa serial utama, seperti Our Blues, Alchemy of Souls, Stranger Things, My Liberation Notes, dan Tomorrow.

Meski demkian, secara penguasaan pasar, raksasa yang berbasis di Los Gatos, California itu, harus mengakui supremasi pesaing terdekatnya, Disney Hotstar.

Laporan BBC menyebutkan, bahwa Indonesia telah menjadi medan persaingan yang tajam antar penyedia layanan streaming video.

Per Januari 2021, Netflix yang didirikan oleh Reed Hasting itu, hanya berada di urutan keempat platform yang memiliki pelanggan terbanyak. Jumlahnya hanya mencapai 850 ribu pelanggan.

TONTON JUGA:

Disney+ Hotstar berada di tempat pertama dengan 2,5 juta pelanggan Indonesia, diikuti oleh Viu dari Hong Kong, dan platform lokal Vidio – masing-masing 1,5 juta dan 1,1 juta pelanggan.

Keberhasilan Disney memuncaki layanan streaming di tanah air, tal lepas dari dua strategi utama. Selain content yang menarik, yaitu tarif berlangganannya yang begitu bersahabat: Rp39.000 per bulan, atau Rp199.000 per tahun.

Baca juga: Populix: Pengguna Aplikasi Video On Demand Meningkat, Netflix Kalahkan Youtube

Bandingkan dengan Netflix, yang tarif termurahnya dipatok Rp54.000, dan itu pun khusus untuk konsumsi di smartphone saja. Selain itu, Disney+ juga menawarkan metode pembayaran yang sangat bervariasi, tidak melulu via kartu kredit saja.

Pertumbuhan Netflix Dibalap Para Pesaing

Meski dikepung banyak pesaing, Netflix masih merupakan raksasa video streaming dunia.  Menurut Parrot Analytics, Netflix memimpin pangsa pasar dengan penguasaan sebanyak 41,2% secara global di kuartal kedua tahun 2022.

Meski masih menjadi jawara, namun kinerja Netflix belakangan mengkhawatirkan. Parrot Analytics mengatakan bahwa pangsa Netflix di pasar streaming, telah dibalap oleh enam pesaingnya.

Baca juga: Setelah Umumkan Subscriber Turun, Saham Netflix Langsung Meningkat

Mereka adalah Disney+, Apple TV+, HBO Max, Prime Video, Paramount+, dan Hulu. Keenamnya memiliki pangsa pasar melebihi Netflix.

Parrot Analytics menambahkan, ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah streaming, Netflix harus kalah dari gabungan pangsa pasar yang diraup para pesaingnya.

Keenam rival Netflix, jika digabungkan memiliki pangsa sebanyak 45,1% secara global di periode yang sama.

Prime Video milik Amazon memiliki pangsa terbesar diantara keenamnya dengan persentase 11,3%, disusul Disney+ dengan 9,9%, HBO Max 7,2%, Apple TV+ 7,0%, Hulu 5,1%, dan Paramount+ dengan 4,6%. Sementara sisa pangsa streaming sebanyak 13,7% dikuasai merek lain.

Meski kompetisi terbilang ketat, namun layanan bisnis video streaming disebut masih memiliki ceruk pasar yang luas.

Menurut Research & Markets Global AVOD Forecasts 2021, pasar layanan tersebut bisa bertumbuh hingga US$66 miliar di 38 negara dalam lima tahun ke depan.

Belum lagi, tidak sedikit pengguna internet yang menikmati konten dari platform siaran digital dan TV berbayar.

Sebagai gambaran, menurut TGI Global Quick View dari Kantar, 65 persen dari ratusan juta konsumen digital di 25 negara mengklaim menggunakan layanan streaming pada 2020.

Mereka menonton konten berdurasi dua jam yang berbayar tiap harinya. Artinya, dalam sepekan mereka berpotensi menghabiskan waktu setidaknya 14 jam demi menikmati konten lewat platform digital.

Baca juga: Netflix Prediksi TV Linear Akan Mati Dalam 5 Sampai 10 Tahun Kedepan