Imbas Minimnya Pasokan Komponen, Permintaan Smartphone Anjlok Dua Digit

Pasar Smartphone anjlok.
Pasar Smartphone anjlok.

Selular.ID – Menyandang predikat sebagai pasar smartphone terbesar di dunia, China menjadi indikator kesehatan industri telekomunikasi dan ICT global. Sehingga pertumbuhan atau penurunan penjualan di China, mempengaruhi wilayah atau negara lainnya.

Sayangnya, keterbatasan pasokan komponen dan penguncian di kota-kota utama di China, menyebabkan permintaan terganggu.

Laporan terbaru dari lembaga pemerintah menunjukkan, pengiriman smartphone di China terlihat pulih (rebound) dari tahun ke tahun pada Juni lalu.

Namun penurunan yang buruk selama lima bulan pertama tahun 2022 menyebabkan penurunan dua digit untuk semester pertama, data dari lembaga pemerintah menunjukkan.

TONTON JUGA:

Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China (CAICT) menyatakan pengiriman pada Juni naik 9,1 persen menjadi 27,5 juta unit tetapi turun 21,8 persen pada semester pertama menjadi 133,7 juta, di mana 81,7 persen di antaranya adalah model 5G.

Selama periode enam bulan, 84,5 persen dari total pengiriman berasal dari merek domestik. CAICT menyatakan 25 model 5G baru diluncurkan pada bulan
Juni, dari total 34.

Baca juga: Canalys: Pengiriman Smartphone Dunia Q2 2022 Turun 9% Faktor Resesi Ekonomi

Pasar China dihantam oleh penguncian seluruh kota di Shanghai, Shenzhen dan kota-kota besar lainnya menyusul lonjakan kasus Covid-19 (coronavirus) dalam beberapa bulan pertama tahun 2022.

Selama bulan Mei, pihak berwenang di Shenzhen menawarkan subsidi konsumen pada smartphone yang diproduksi oleh beberapa vendor lokal untuk memacu permintaan.

Beberapa vendor menyalahkan kurangnya komponen untuk mempengaruhi pasokan dan memperlambat penjualan.

Laporan CAICT menyangkut penjualan di China yang melemah, tak jauh berbeda dengan kajian Canalys yang menyebutkan pasar ponsel global kini tengah lesu darah.

Canalys memposting laporan yang meresahkan di pasar ponsel cerdas untuk Q2 2022. Pengiriman antara April dan Juni turun 9% YoY setelah permintaan yang lebih lemah,
menyusul hambatan ekonomi dan ketidakpastian regional.

Baca juga: Jangan Beli Flagship! Berikut 3 Panduan Pilih Smartphone Berdasarkan Kebutuhan

Samsung tetap menjadi pembuat teratas di Q2 sementara Apple merebut kembali tempat kedua dari Xiaomi setelah penjualan iPhone 13 yang kuat. Di sisi lain, vendor-vendor
China tengah berjuang di dalam negeri.

Menurut Runar Bjørhovde, Analis Riset di Canalys, perusahaan menghadapi permintaan yang lesu, yang menyebabkan memikirkan kembali strategi triwulanan.

Inflasi yang melonjak dan tumpukan persediaan mengakibatkan pembuat menilai kembali portofolio mereka untuk sisa tahun 2022.

Segmen kelas menengah berjuang lebih dari yang diharapkan. Biasanya penuh sesak, dan sekarang penjualan bahkan lebih lamban karena konsumen cenderung mencari perangkat yang lebih murah.

Penurunan permintaan menyebabkan kekhawatiran besar bagi seluruh rantai pasokan, tambah Toby Zhu, Analis Canalys. Tekanan biaya berkurang, tetapi masih ada
masalah dengan logistik dan produksi.

Misalnya, beberapa undang-undang impor dan prosedur bea cukai yang diperketat di beberapa pasar negara berkembang semakin menunda pengiriman.

Penurunan 9% juga dipengaruhi oleh permintaan yang sangat tinggi dua belas bulan lalu. Ada permintaan yang terpendam, setelah tahun 2020 yang sulit. Sayangnya saat
ini pendapatan konsumen beralih ke produk dan barang
lain, bukan elektronik.