FCC Minta Play Store dan APP Store Tendang TikTok dari AS

TikTok di
Fitur efek AR TikTok

Selular.ID – Federal Communications Commission (FCC) minta Play Store dan App Store hapus TikTok di Amerika Serikat (AS).

Aplikasi video pendek populer TikTok kembali menjadi sorotan di Amerika Serikat.

Ada tudingan TikTok mengumpulkan data pengguna di negeri Paman Sam.

Atas praktik tersebut, lembaga yang mengatur komunikasi dan penyiaran internasional di AS, yaitu Federal Communications Commission (FCC) melakukan tindakan.

TONTON JUGA:

FCC meminta Apple dan Google untuk menghapus TikTok dari toko aplikasinya masing-masing.

Seorang komisaris FCC, Brendan Carr menyampaikan hal tersebut melalui sebuah postingan yang Carr unggah melalui akun Twitter-nya dengan handle @BrendanCarrFCC.

Baca juga: 4 HP Xiaomi Harga Rp1 Jutaan yang Masih Laris hingga Bulan Juni 2022

Ia menyebutkan bahwa TikTok belakangan telah mengumpulkan data pengguna asal AS secara diam-diam.

“TikTok bukan hanya sekadar aplikasi, melainkan sebuah platform yang bisa kita sebut sebagai ‘Serigala Berbulu Domba’,” ujar Carr di Twitter.

“Hal ini karena platform tersebut, berdasarkan laporan terkini, menerapkan praktik pengumpulan data sensitif yang mereka lakukan dari Beijing, China,” imbuh Carr.

Dalam unggahan Twitter tersebut, Carr turut melampirkan sejumlah gambar screenshot yang memuat surat permintaan penghapusan TikTok dari toko aplikasi Play Store dan App Store.

Surat tersebut secara pribadi Carr kirim yang mewakili FCC, ke CEO Google Sundar Pichai dan CEO Apple Tim Cook.

Baca juga: Cara Menghapus Watermark di Video TikTok

Di dalam surat ini, Carr menjelaskan secara panjang lebar betapa besarnya ancaman TikTok bagi warga AS.

Penjelasan Carr dalam surat itu sendiri mengacu pada laporan BuzzFeed yang tersiar beberapa minggu lalu.

Laporan ini menguak bahwa sejumlah pihak ByteDance, induk perusahaan TikTok, “rajin” mengumpulkan data pengguna AS.

Terutama setelah mereka mengunduh aplikasi tersebut dari Play Store atau App Store.

Selain bukti tersebut, Carr juga memberikan bukti lainnya untuk meyakinkan Pichai dan Cook bahwa TikTok adalah aplikasi berbahaya.

Beberapa di antaranya seperti TikTok yang dilaporkan melanggar aturan privasi sistem operasi (OS) Android pada Agustus 2020 lalu.

Dugaan TikTok yang mencuri data pengguna yang memasang aplikasi tersebut dari App Store pada Maret 2020 lalu, dan masih banyak lagi.

“Berbagai laporan ini tidak sejalan dengan kebijakan Apple dan Google yang mengeklaim bahwa toko aplikasi mereka masing-masing menjaga data pribadi para penggunanya,” jelas Carr.

Baik Apple, Google, hingga TikTok tampaknya belum memberikan respons terkait permintaan FCC ini, terutama surat yang Carr kirimkan tadi.

TikTok vs AS

Baca juga: Daftar Twibbon Hari Janda Internasional, Simak Sejarahnya hingga PBB Mencetuskan