Tak Hanya Indonesia, Gelombang PHK Melanda Perusahaan Rintisan di Seluruh Dunia

PHK Startup

Selular.ID – Serbuan covid-19 memang sudah mereda. Pemerintah belakangan juga menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi.

Dengan berbagai pelonggaran, kegiatan ekonomi mulai berjalan normal. Dunia bisnis pun menyambut antusias, sehingga prospek ekonomi bisa berjalan lebih baik di tahun ini.

Namun di tengah upaya untuk kembali beraktifitas secara normal, sejumlah perusahaan, terutama start up malah mengambil langkah drastis.

Diketahui, beberapa perusahaan rintisan  terpaksa mengambil kebijakan pengurangan karyawan (PHK) agar bisa mempertahankan keberlangsungan usaha.

Salah satunya adalah Zenius Education. Start up di bidang pendidikan itu, terpaksa mem-PHK sekitar 200 karyawan.

“Saat ini kita sedang mengalami kondisi makro ekonomi terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Untuk beradaptasi dengan dinamisnya kondisi makro ekonomi yang memengaruhi industri, Zenius perlu melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan,” bunyi keterangan resmi perusahaan, (Selasa (24/5/2022).

“Zenius memahami bahwa ini adalah masa sulit bagi karyawan yang terdampak, sehingga perusahaan akan melanjutkan manfaat asuransi kesehatan mereka hingga 30 September 2022, termasuk untuk anggota keluarga mereka,” tambahnya.

Langkah Zenius mem-PHK ratusan karyawan, menambah panjang daftar perusahaan rintisan yang memutuskan penghematan keuangan agar bisa tetap survive.

Sebelumnya perusahaan dompet digital BUMN, LinkAja juga melakukan PHK ratusan karyawan. Pemangkasan jumlah karyawan juga terpaksa diambil oleh Tani Hub, Uang Teman, dan Fabelio.

Melongok ke belakang, saat pandemi tengah menghebat (2020 – 2021), sejumlah perusahaan teknologi juga mengambil kebijakan serupa. Seperti GoJek, Grab, Oyo, Traveloka, dan Bukalapak.  Selama pandemi corona, beberapa start up seperti Sorabel, Eatsy, Stoqo, Hooq, dan Airy Rooms malah telah menutup layanan selama-lamanya.

Baca Juga: Telkomsel dan Zenius Gelar Kompetisi Ilmupedia

Halaman berikutnya

Start Up Global Juga Pangkas Ratusan Karyawan