Simak Sejarah NFC yang Ada di Smartphone, Berawal dari Penemuan Charles Walton

Sebagai contoh sederhananya, saat ingin bepergian menggunakan KRL, kamu tidak perlu lagi membeli tiket untuk masuk ke dalam stasiun.

Cukup tempelkan smartphone kamu ke pintu loket masuk yang sudah petugas sediakan.

Jadi, dengan NFC, smartphone juga bisa kita gunakan sebagai “tiket” untuk sarana transportasi umum.

Jika kita perhatikan dengan seksama, sekilas cara kerja NFC ini mirip dengan bluetooth atau WiFi yang membutuhkan gelombang radio untuk mengirim dan menerima informasi.

Hal yang membedakan adalah, NFC menggunakan teknologi Radio-Frequency Identification (RFID) jenis lama yang menggunakan induksi elektromagnetik untuk mengirimkan informasi.

Perangkat pasif pun tidak harus memiliki daya, tapi harus mengandalkan medan elektromagnetik yang komponen aktif NFC produksi saat kedua perangkat saling berdekatan.

Hal tersebut yang membedakan antara NFC dan bluetooth.

Saat ini fitur NFC memiliki tiga mode operasi dan yang paling banyak kita gunakan adalah mode peer-to-peer yang memungkinkan dua perangkat ber-NFC bisa saling bertukar informasi satu sama lain.

Kemudian ada juga mode read/write yang secara singkat mode ini hanya bisa mentransmisi data satu arah.

Contohnya smartphone yang bertindak sebagai perangkat aktif untuk membaca perangkat pasif lain seperti uang elektronik.

Mode terakhir adalah card emulation, mode ini umum kita gunakan dalam pembayaran digital.

Hal ini karena fitur NFC akan bertindak sebagai kartu kredit untuk melakukan pembayaran dengan lebih mudah.

Baca juga: 5 HP Murah yang Suport 5G dan NFC Bulan Mei 2022, Harga Mulai Rp2 Jutaan